BELAJAR DARI KATA CINTA
PT. Assrof Media - Saturday, 24 December 2022 | 07:46 AM



Mencintai dan dicintai adalah fitrah semua insan. sampai, imanpun tak akan sempurna tanpa adanya unsur cinta. Cinta lahir dari rasa nyaman lalu tumbuh mengakar menjadi cinta.Jadi siapapun dari kita ketika sudah merasa nyaman terhadap sesuatu atau seseorang maka akan timbul yang namanya cinta.Namun begitu, banyak dari kita gagal faham menanggapi suatu fenomena ini yang sampai memperjuangkannya hingga terpeleset ke jurang kehinaan. Lantas, bagaimana kita bisa mengcounter permasalahan tersebut ?.
Ada kisah menarik dari hal ini ketika siti Zulaikha, istri Nabi Yusuf AS pertama kali didera rasa cinta kepadanya. Di tengah kekufurannya ia meminta kepada berhala untuk di kabulkan keinginannya bertemu Nabi Yusuf AS. Tapi, jawaban yag ia pinta tak kunjungan datang. Karna tidak sabar iapun membanting berhala tersebut.
Singkat cerita, hidayah Allohpun turun kepadanya.Di tengah harapan yang mulai pupus ia tetap tegar dan memasrahkan ujian cintanya kepada Alloh. Ia menyakini dilema yang ia hadapi adalah cobaan dariNya. Dan ia berdoa agar segera dipertemukan atau meminta rasa cintanya untuk dihilangkan jika Alloh telah mentakdirkannya demikian…alhasill, Siti Zulaikhapun menikah dengan Nabi Yusuf As.
Belajar dari kisah tersebut,kita bisa menarik kesimpulan,bahwa cinta bagian dari nafsu yang membelenggu.Nafsu ibarat anak kecil yang ingin selalu menyusu.Jika terus dituruti, dia akan memanjakan diri selalu. oleh karenanya,sesekali dilema cinta perlu ditahan dan dilepas agar tidak berlarut lama dalam rasa galau.
Baca Juga :
INTENSITAS IBADAH PUTRA AMR BIN ASH
Jadi ketika kita sudah terpapar buih-buih cinta kepada seseorang, maka selayaknya kita tidak melakukan tindakan gegabah. Misalnya ketika kita didera cinta kepada seseorang,sedangkan kita dalam proses mencari ilmu. Maka, wajib bagi kita menahan rasa tersebut. Bukan sebaliknya, yang sampai memperjuangkannya hingga melakukan tindakan yang dilarang.
Memang benar dalam maqolah " Hubbuka syai'an yu'mi wa yu'shimu ". Cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli.Namun jika kita kembalikan semua urusan kita pada yang Maha Pecinta.Pasti Dia akan menunjukkan yang terbaik.
Maka, sungguh beruntung,jika ada dari kita yang memasrahkan kehendak kita kepadaNya dan menjauhi laranganNya. Karena, sepantasnya inilah yang dilakukan oleh kita, khususnya kita yang berpredikat santri ketika dirundung kegelisahan.
Akhirnya, semoga kita lebih dewasa menanggapi fenomena ini,hingga bisa mencintai hambaNya karenaNya. Dan dicintai olehNya.Karena inilah puncak tujuan kita dalam mencintai hamba-hambaNya. Amin.
penulis : Khotimul_Alhariz D4
Next News

Pir: Si Buah Rendah Profil yang Diam-Diam Jadi Pahlawan Usus Kita
15 hours ago

Si Hijau yang Sering Terasing: Kenapa Timun Adalah Kunci Biar Nggak Gampang Emosi Saat Cuaca Panas
15 hours ago

Tomat: Si Merah Penyelamat Mata Lelah dan Kulit Kusam di Tengah Gempuran Gadget
15 hours ago

Kelengkeng: Si Kecil Manis yang Bikin Saraf Gak Gampang Korslet
15 hours ago

Kurma: Si Kecil Pembangkit Tenaga yang Lebih Ampuh dari Janji Manis Mantan
15 hours ago

Leci: Si Kecil yang Jadi Penyelamat Saat Cuaca Lagi Gak Ngotak
15 hours ago

Lemon: Antara Tren Estetik Instagram dan Realita Detoks yang Sebenernya
15 hours ago

Blackberry: Senjata Rahasia Anti-Aging yang Sering Terlupakan
15 hours ago

Si Kecil Biru yang Bikin Otak Nggak Gampang Lemot: Rahasia di Balik Populeritas Blueberry
15 hours ago

Ceri: Si Mungil Penyelamat Buat Kamu yang Capek Meradang
15 hours ago





