ETIKA BERDEBAT MENURUT SYEKH THASKURIZADAH
PT. Assrof Media - Saturday, 04 January 2025 | 07:43 PM


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debat adalah suatu pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi argumen untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Dalam dunia Islam, berdebat adalah satu aktivitas yang dilegalkan. Berdebat dilakukan untuk mencari kebenaran. Oleh karena itu, dalam berdebat ada batasan-batasan tersendiri yang harus diperhatikan kedua belah pihak agar perdebatan bisa terlaksana dengan baik dan sesuai tuntunan syariat.
Berikutnya, adab ketika berdebat menurut Syekh Thaskurizadah dalam kitabnya yang berjudul Risalatul-Adab menjelaskan beberapa adab ketika berdebat. Berikut di antaranya:
Menyederhanakan (iqtishad) pembicaraan: Seorang pendebat hendaknya menghindari ungkapan atau pembicaraan yang sedikit namun mempunyai makna yang luas (ijaz), atau sebaliknya, kalimat yang dia ungkapkan banyak, namun makna yang terkandung di dalamnya nihil (ithnab).
Mengungkapkan kalimat yang jelas: Seorang yang sedang berdebat dituntut untuk tidak menggunakan kalimat-kalimat yang masih abu-abu; jarang diketahui, sulit dipahami, serta kalimat yang masih global. Jika perlu menjelaskan lebih rinci dari apa yang dia sampaikan, itu sah-sah saja dilakukan.
Menjauhi reaksi atau perbuatan yang terkesan meremehkan kepada lawan debat: Reaksi atau perbuatan seperti tertawa terbahak-bahak, meninggikan suara, menunjuk-nunjuk, membentak, mencaci-maki, dan lainnya sebaiknya dihindari.
Menghargai pendapat orang lain sejauh pendapat tersebut mempunyai dalil: Dengan menghargai argumen orang lain, orang lain akan menghargai apa yang kita katakan.
Setelah adab-adab di atas dijalankan dengan baik, akhiri perdebatan dengan komitmen untuk menjalankan kebenaran yang ditemukan bersama. Jika tidak dicapai kesepakatan akan kebenaran, hendaklah saling memaklumi dan menghargai. Bukan malah mencaci-maki.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, perdebatan yang dilakukan akan lebih efektif dan tidak menimbulkan perdebatan-perdebatan yang sia-sia. Perbedaan argumen akan menjadi warna yang menarik. Argumen-argumen itu justru akan menambah wawasan tersendiri, serta dapat membuka pandangan setiap individu. Pada akhirnya, keputusan dan kesepakatan akan diperoleh dengan hasil terbaik.
Sumber: Sidogiri.media
Next News

ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN
2 days ago

HANYA PENYESALAN
11 days ago

MELETAKKAN NIAT PADA TEMPAT YANG TEPAT
13 days ago

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN
19 days ago

SEJUMPUT LELAH, SEGUNUNG BARAKAH
22 days ago

MIMPI DI ATAS KERTAS LUSUH
a month ago

PENGABDIAN GURU TUGAS
a month ago

PESANTREN: TEMPAT NIKMAT YANG TAK TERLIHAT
a month ago

BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU
a month ago

Penyumbang Emas Terbesar Puncak Monumen Nasional
a month ago
