HATURKAN CINTA PADA NABI, DENGAN ACARA ISROK WAL MIKROJ
PT. Assrof Media - Wednesday, 15 February 2023 | 11:36 PM



assirojiyyah.online, Dalam menyambut Malam Isrok wal Mi'roj Nabi Muhammad SAW. di PP. Assirojiyyah yang ke 65, kembali hadir para pembaca kisah Fenomenal tersebut pada Selasa Malam (14/02/2023) di halaman pesantren.
Para pembaca kisah yang beranggotakan Siswa Khususyiah tersebut berjumlah lima orang, Maftuh yang bercerita tentang pra Isrok, Taqiyuddin sebagai awal Isrok, Abdul Ghofur berkisah saat-saat perjalanan Isrok, Mukrim tentang kisah Mi'roj dan yang terakhir ialah Fahromi Nasihuddin yang mengisahkan akhir Mi'roj hingga ditetapkannya sholat sebagai ibadah wajib Umat Islam.
Di penampilannya Fahromi menjelaskan bahwa tidak ada alasan bagi Umat Islam untuk tidak mencintai nabi, hukum mencintai nabi dan ahlul bait adalah wajib.
"kita semua adalah umat yang merindu dan dirindukan, Isrok Mi'roj ini menjadi salah satu bukti betapa besarnya cinta nabi pada umatnya, bahkan di akhir hayat beliau, nabi hanya mencemaskan umatnya," terangnya.

Dalam sambutannya KH. Athoulloh Bushiri Nawawi, pengasuh PP. Assirojiyyah menghimbau kepada para pembaca kisah agar memberikan contoh-contoh pada para santri dengan hal yang berkaitan dengan realita yang terjadi pada zaman ini, hingga para santri dapat lebih peka dan tahu bagaimana cara menyikapi permasalahan sesuai dengan cara nabi.
"berilah contoh-contoh dalam penyampaian kisah Isrok Mi'roj ini dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada saat ini," jelas beliau.
Ag. Khoirul Muttaqin Artam selaku Wakil Ketua acara ISMIK (Isrok wal Mi'roj) mengatakan bahwa acara ISMIK ini sangat efektif dalam memacu semangat para santri untuk menambah dan meningkatkan minat belajar mereka.
Baca Juga
Istighosah dan Do'a Bersama Menyambut 1 Abad (Nahdlatul Ulama), Menjemput Abad Kedua.
"mereka juga akan terpancing, termotivasi semangatnya dan juga keinginannya untuk belajar lebih giat lagi, karena untuk bisa mencapai tahapan yang seperti ini mereka juga harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih," ujarnya.
Dia berpesan disamping menimba dan mengkaji ilmu sedalam-dalamnya, agar para santri juga mengcover keilmuan mereka dengan pengalaman, dengan demikian mental para santri dapat terbentuk dan terus berkembang.
"berilmu tanpa mental terkadang membuat kita mati kutu, tapi jika mental kuat insyaalloh meskipun kurang berilmu dapat mencari ilmu di tengah jalan," pesannya. (Bukhori)
Next News

IKAPASS GELAR HARLAH KE-42 DI ALUN-ALUN SURABAYA
3 months ago

LOMBA PIDATO ANTARKELAS MEMASUKI SISTEM GUGUR
5 months ago

PONPES ASSIROJIYYAH SUKSES GELAR APEL HSN 2024 M
a year ago

Komunitas Perupa Sampang Gelar Pameran Seni Rupa di Ponpes Assirojiyyah
2 years ago

TAHAP AKHIR PSB (PEMILIHAN SANTRI BERPRESTASI)
2 years ago

Penutupan Lomba Biro Dakwah (BIDAK) Tahun 1444 – 1445 H
2 years ago

Santri Assirojiyyah Ikut Serta Sosialisasi Pemilu KPU Sampang
2 years ago

SENAM MASSAL, CARA ASSIROJIYYAH TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT
2 years ago

Lomba Dongeng dan Debat Bahasa Arab, Cara Biro Dakwah Tingkatkan Skill Berbahasa Arab
2 years ago

Assirojiyyah Special Event (ASE) Kedua Tampil Memukau
2 years ago

