Uswah
PT. Assrof Media - Monday, 05 September 2022 | 06:34 AM



"Andik santreh settong kakeh morok, duwek, morok, tak andik sakaleh morok kaluarganah, anak-bininah"
(Punya santri satu atau dua orang kamu harus ngajar, kalaupun tidak punya, kamu harus tetap ngajar keluargamu, anak dan istrimu)
Seiring perkembangan zaman, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti madrasah yang perlahan ditinggal oleh muridnya. Menjauhnya murid dari lembaga tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan alasan. Sebagian ada yang berpendapat bahwa hal tersebut disebabkan oleh hadirnya pendidikan formal yang kurikulumnya sangat padat sehingga menyebabkan peserta didik merasa lelah dan rela meninggalkan pendidikan madrasahnya. Dan sebagaian yang lain tidaklah berpendapat demikian.

Kendati demikan, hal ini bukan menjadi hambatan bagi seorang guru untuk terus mengajarkan ilmunya. Tidak menjadikan guru ciut nyali dan menyerah sebab ditinggal oleh para muridnya.
Kalam bijak di atas bisa dijadikan renungan bagi generasi Islam khususnya santri. Bahwa perkara pokok yang diwariskan oleh para nabi ialah ilmu. Ilmu bisa lestari dengan cara diajarkan oleh ahlinya kepada yang bukan ahlinya. Artinya, orang yang dibekali ilmu hendaknya mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. Nabi Muhammad bersabda : "Sampaikan dariku walau satu ayat." (HR. Bukhori).
Sebagai pengajar sejati, tentunya harus konsisten dengan tugasnya. Karena mengajar merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan jiwa tekun dan tabah. Terlepas banyak atau sedikitnya murid yang ada, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti mengajar. Sebab dari sekian juta umat Nabi Muhammad SAW, harus ada yang memberi bimbingan kepada yang lainnya. Bahkan santri yang hakekatnya berbekal ilmu agama harus menjadi garda terdepan untuk mengemban amanat mulia ini.
Ditambah lagi, mengajar itu meruapakan perbuatan yang amat sakral di sisi Alloh SWT. Sebab dengan mengajar, kita telah menyalurkan manfaat kepada orang lain, baik kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat hingga bagi negeri kita sendiri. "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ath-Thobroni, Ad-Daruqutni)
Oleh: Abd. Hannan
Next News

Pir: Si Buah Rendah Profil yang Diam-Diam Jadi Pahlawan Usus Kita
16 hours ago

Si Hijau yang Sering Terasing: Kenapa Timun Adalah Kunci Biar Nggak Gampang Emosi Saat Cuaca Panas
16 hours ago

Tomat: Si Merah Penyelamat Mata Lelah dan Kulit Kusam di Tengah Gempuran Gadget
16 hours ago

Kelengkeng: Si Kecil Manis yang Bikin Saraf Gak Gampang Korslet
16 hours ago

Kurma: Si Kecil Pembangkit Tenaga yang Lebih Ampuh dari Janji Manis Mantan
16 hours ago

Leci: Si Kecil yang Jadi Penyelamat Saat Cuaca Lagi Gak Ngotak
16 hours ago

Lemon: Antara Tren Estetik Instagram dan Realita Detoks yang Sebenernya
16 hours ago

Blackberry: Senjata Rahasia Anti-Aging yang Sering Terlupakan
16 hours ago

Si Kecil Biru yang Bikin Otak Nggak Gampang Lemot: Rahasia di Balik Populeritas Blueberry
16 hours ago

Ceri: Si Mungil Penyelamat Buat Kamu yang Capek Meradang
16 hours ago





