Shadow

PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KERAGAMAN BANGSA INDONESIA

e

Keberagaman agama, budaya, ras dan suku menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman ini menjadi tantangan dunia Pendidikan Islam dalam menciptakan kesadaran masyarakat tentang sense of belonging pada bangsa.

            Persatuan serta keutuhan bangsa menjadi hal penting yang harus dijaga bangsa Indonesia. Gagasan serta semangat kesatuan tampak pada semboyan bangsa Indonesia Bhineka Tunggal Ika (berbeda beda tetapi tetap satu jua). Di praktekkan dengan wujud sikap nyata seperti sikap toleransi, nasionalisme dan menjungjung perdamaian, sehingga terwujud kerukunan bangsa (Ubaedillah & Rozak, 2013). Hal ini selaras dengan kemampuan dan kepribadian dalam Pendidikan Islam di Indonesia membentuk karakter moral yang mencerminkan budaya bangsa Indonesia untuk mencipatakan peradaban keilmuan.

            Dalam al-Quran Alloh berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat 49: 13).

            Peran Pendidikan Islam sangat besar dalam menjamin kehidupan berbangsa dan bernegara, agar kerukunan dan toleransi terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Mulai dari pentingnya saling tolong menolong, menjalin silaturahim serta peduli sesama. Dasar-dasar ini menjadi bekal moral bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang damai dan aman.

Tujuan Pendidikan Islam

            Muhammad Fadlil al-Jamaly mengartikan Pendidikan Islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong serta mengajak manusia lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia sehingga terbentuk pribadi yang sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan.

            Dengan demikian proses Pendidikan merupakan rangkaian usaha membimbing dan mengarahkan potensimanusia. Potensi dasar (fitrah) dan kemampuan belajar yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam kehidupan sebagai makhluk sosial dalam hubungannya dengan lingkungan alam sekitar. Proses ini di landasi dengan nilai-nilai ideal Islam yang melahirkan norma-norma akhlakul karimah untuk mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat yang hasanah.

            Dalam al-Qur’an Pendidikan Islam dibagi menjadi empat bagian. Pertama, mengenalkan manusia akan peranannya diantara semua makhluk dan tanggung jawab pribadinya dalam kehidupan ini. Kedua, mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat. Ketiga, mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka untuk mengetahui hikmah diciptakannya serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut. Keempat, mengenalkan manusia akan pencipta alam dan memerintah beribadah kepada-Nya.

            Dalam konsepsi Islam, pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Melakukan refleksi dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan pemahaman yang dialami. Dengan demikian Pendidikan menjadi hal utama bagi manusia untuk menjalankan perannya di dunia sebagai khalifah Alloh. Dengan menjaga dan melestarikan budaya Negara Indonesia adalah tanggung jawab yang tidak bisa lepas dari tujuan Pendidikan Islam.

            Selain itu yang paling tinggi kedudukannya dari tujuan pendidikan adalah menjadikan manusia sebagai Abid untuk beribadah kepada Alloh. Hal ini didasarkan pada rirman-Nya dalam surat Adz-Dzariat (51): 56 yang berbunyi: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku (QS Adz-Dzariat (51):56). Dengan implikasi dan refleksi agar menjadi insan kamil muttaqin, mempunyai hubungan yang baik dengan Alloh, dengan sesama manusia juga dengan alam sekitar.

            Jadi tujuan Pendidikan Islam diarahkan sebagai proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT. Dan mampu menunjukkan eksistensinya sebagai khalifah di muka bumi berdasarkan pada ajaran al-Qur’an dan Sunnah. Mengenalkan manusia akan peranannya diantara semua makhluk, tanggung jawab pribadi dalam kehidupan, mengenalkan manusia akan kekayaan alam dan mengambil manfaat dari alam tanpa merusak ekosistem, dan beribadah kepada-Nya.

            Dengan demikian, peran manusia hidup di dunia menjadi penting menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam keberagaman yang ada di Indonesia. Toleransi dan kepedulian sesama sudah ada di dalam ajaran Islam agar kehidupan menjadi baik. Karena Keimanan seseorang akan tampak sempurna dengan mengamalkan segala proses yang dialami sebagai ekspektasi kehidupan yang hakiki. Juga untuk membentuk insan kamil muttaqin yang menjadi dasar sifat  kehidupan untuk tunduk dan patuh secara total kepada-Nya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published.