ASAS MULIA KEPEMIMPINAN
PT. Assrof Media - Friday, 11 October 2024 | 08:22 PM


Oleh: Abdul Muqsith Masyha
Salah satu asas kemuliaan agama ini adalah sikap empati. Adalah berat bagi Baginda Nabi jika ada hal yang memberatkan umatnya.
Tentu empati Sang Nabi adalah empati yang sejati, kepedulian yang sejati.
Empati atas setiap keadaan buruk umatnya, terutama jika berkaitan erat dengan keadaan dan beban berat hidup yang hakiki yaitu jika menyangkut agama dan keimanan.
لقد جاءكم رسول من انفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم
(التوبه 128)
Dalam ayat di atas betapa dimulai dari penyetaraan Rosulullah dengan umatnya. Meski tentu batu permata dan batu kerikil tak pernah sama dan setara nilainya.
Pertama, ( من انفسكم ) dikatakan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia biasa sebagaimana kita semua. Tujuan utama penyetaraan ini dimaksudkan agar umat manusia mudah paham apa saja yang beliau sampaikan berupa nilai nilai ajaran akidah dan ketauhidan. Dan agar pula lebih mudah kita beradabtasi dalam keikutan manusia dalam ajakan risalah beliau.
Inilah pesan pertama Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahwa rasa setara yang tentu akan melahirkan sikap empati adalah unsur penting dalam situasi leadership keummatan.
Kedua,
( عزيز عليه ما عنتم )
Baginda Nabi dikukuhkan sebagai pribadi yang memikiki sifat yang yang sangat sensitif terhadap umatnya, terutama jika ummatnya harus mengalami dan menanggung beban yang menyulitkan. Terutama sulit dalam hidup keagamaan dan dalam menjalankan kewajiban sebagai orang beriman.
Baginda Nabi sangatlah berat hati jika satu orang dari umat tergelincir di jalan yang salah, terutama jika jalan itu menyebabkan ia masuk di garis kemurkaan Allah.
Yang ketiga,
حريص عليكم
Baginda memiliki keinginan yang kuat agar seluruh pengikutnya senantiasa berada di jalan yang benar, jalan yang mengantarkan kita menuju puncak rahmat dan keridloan Allah, selamat dan bahagia di alam surga, pulau indah penuh nikmat.
Yang terakhir,
بالمؤمنين رؤوف رحيم
Allah nyatakan bahwa pemimpin manusia sekalian alam ini ( Rosulalloh )adalah sosok yang punya naluri kasih sayang yang amat sempurna.
Kasih sayang pada seluruh alam, bahkan dalam satu hadits menyatakan bahwa beliau akan memberikan syafaat bagi umat umat beliau yang tergolong ahli kaba'ir. Yaitu orang orang yang gemar melakukan kedurhakaan berupa dosa besar, selama dada dan hatinya masih bercahaya iman.
شفاعتي لاهل الكبائر من أمتي (الحديث)
Akan rasa punya kepedualian tentu banyak digambarkan dalam nash nash hadist dan ungkapan ungkapan hikmah dari para ulama.
وما ارسلنك الا رحمة للعالمين
Tidaklah Aku utus engkau ( Muhammad ) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam.
Salah satu wujud dan bentuk kasih sayang adalah empati dan tepo seliro atau tenggang rasa atas sesama, apalagi pada orang orang yang kita pimpin. Tanpa rasa empati akan lahir pemimpin yang total otoriter yang membabat segala nilai kemanusiaan yang sejati.
Islam meletakkan rasa empati bagi setiap manusia, sebagai asas utama kemuliaan, dan akan semakin niscaya bagi setiap pemimpin.
Next News

Grebeg Maulud: Ritual Rebutan Berkah yang Bikin Jantung Mau Copot tapi Tetap Nagih
18 hours ago

Mencicipi Hangatnya Paskah di Indonesia: Dari Ritual Syahdu Sampai Perburuan Telur yang Chaos
18 hours ago

Mappacci: Bukan Sekadar Pakai Kutek, Tapi Ritual 'Deep Cleaning' Jiwa ala Bugis-Makassar
18 hours ago

Ngeri-Ngeri Sedap: Mengulik Debus, Warisan Jawara Banten yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
18 hours ago

Menyesap Wangi Krisan di Tomohon International Flower Festival: Bukan Sekadar Pawai Bunga Biasa
18 hours ago

Menunggu Malam Pangerupukan: Seni, Keringat, dan Mistisme di Balik Megahnya Ogoh-Ogoh
18 hours ago

Galungan: Saat Bali Berubah Jadi Estetik, Wangi, dan Penuh Cerita
18 hours ago

Mengenal Erau: Pesta Rakyat Kalimantan Timur yang Lebih dari Sekadar Hura-hura
18 hours ago

Seren Taun: Bukan Sekadar Pesta Panen, Ini Cara Orang Sunda Berterima Kasih pada Semesta
18 hours ago

Bukan Cuma Sekadar Pesta: Menyesap Magis di Semarak Festival Danau Toba
18 hours ago





