AWAL KESUKSESAN SEBUAH GENERASI
PT. Assrof Media - Wednesday, 11 June 2025 | 04:46 PM


Pesatnya perkembangan teknologi di tahun 2025, dengan segala kecanggihan dan digitalisasi, termasuk kehadiran Meta AI yang mampu menjawab berbagai pertanyaan konsumen dalam hitungan detik, membawa konsekuensi tersendiri bagi Generasi Z. Mereka rentan terhadap arus viral sesaat, tak terkecuali fenomena wanita muslimah yang dengan mudahnya berjoget di depan kamera demi popularitas di platform seperti FYP.
Kendati demikian, penting untuk kita menyoroti keutamaan dan peran esensial wanita sebagai madrasah pertama dalam kehidupan keluarga dan pilar penyangga bangsa. Sebuah pepatah Arab yang bijak menyatakan:
النساء عماد البلاد إذا صلحت صلح البلاد وإذا فسدت فسد البلاد
Artinya : "Perempuan adalah tiang negara jika baik tingkah laku perempuan maka baik pulalah negaranya namun jika buruk tingkah lakunya maka kerusuhanlah yang akan terjadi".
Hal ini mengindikasikan betapa krusialnya peran wanita dalam kemajuan suatu bangsa. Meskipun mungkin terlintas di benak kita bahwa laki-laki adalah agen perubahan utama karena peran mereka dalam urusan tata negara. Sejarah mencatat bahwa Imam Syafi'i, seorang ulama besar, mencapai keilmuan dan kemuliaan bukan hanya karena ketekunan belajarnya, melainkan juga berkat didikan ibunda yang menjauhkannya dari segala hal yang dapat membuka celah bagi kemaksiatan. Ironisnya, di era milenial ini, kita menyaksikan kecenderungan sebagian besar wanita untuk melakukan tindakan yang sebenarnya kurang pantas bagi mereka.
Ironisnya, di era milenial ini, di mana akses informasi dan pendidikan seharusnya lebih mudah, kita justru menyaksikan kecenderungan sebagian besar wanita untuk melakukan tindakan yang sebenarnya kurang pantas bagi mereka, terutama dalam ranah publik di media sosial. Tergiur oleh popularitas sesaat dan validasi instan dari likes dan komentar, batasan-batasan nilai dan norma seringkali terabaikan. Hal ini tentu menjadi tantangan besar dalam menjaga marwah wanita sebagai pendidik utama dan pilar moral bangsa.
Jadi, masa depan negeri tergantung pada pemuda dan pemudi bagaimana mereka menggunakan mindset pemikirannya, khususnya perempuan yang berperan penting dalam aset kemajuan. Itu mengapa mereka disebut madrasah pertama dan sebagai didikan awal mestinya harus memiliki pemimpin yang berkualitas.
Oleh: Suheri Mkd
Next News

Grebeg Maulud: Ritual Rebutan Berkah yang Bikin Jantung Mau Copot tapi Tetap Nagih
16 hours ago

Mencicipi Hangatnya Paskah di Indonesia: Dari Ritual Syahdu Sampai Perburuan Telur yang Chaos
16 hours ago

Mappacci: Bukan Sekadar Pakai Kutek, Tapi Ritual 'Deep Cleaning' Jiwa ala Bugis-Makassar
16 hours ago

Ngeri-Ngeri Sedap: Mengulik Debus, Warisan Jawara Banten yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
16 hours ago

Menyesap Wangi Krisan di Tomohon International Flower Festival: Bukan Sekadar Pawai Bunga Biasa
16 hours ago

Menunggu Malam Pangerupukan: Seni, Keringat, dan Mistisme di Balik Megahnya Ogoh-Ogoh
16 hours ago

Galungan: Saat Bali Berubah Jadi Estetik, Wangi, dan Penuh Cerita
16 hours ago

Mengenal Erau: Pesta Rakyat Kalimantan Timur yang Lebih dari Sekadar Hura-hura
16 hours ago

Seren Taun: Bukan Sekadar Pesta Panen, Ini Cara Orang Sunda Berterima Kasih pada Semesta
16 hours ago

Bukan Cuma Sekadar Pesta: Menyesap Magis di Semarak Festival Danau Toba
16 hours ago





