KAULEH TAK ONENG NANGESIN NAK POTOH, MUN NANGESIN SANTREH LI BELIYEN
PT. Assrof Media - Saturday, 02 April 2022 | 08:55 AM


(Saya belum pernah menangisi anak cucu saya, tapi kalau menangisi santri sudah berulang kali)

Guru merupakan pelita sepanjang zaman, tanpanya niscaya manusia tak ubahnya seperti binatang. Dalam terminologinya guru yaitu digugu dan ditiru. Sehingga sudah seharusnya guru menjadi figur dan teladan bagi setiap murid.
Banyak tugas dan amanah yang diemban oleh seorang guru mulai dari mengajar, membimbing, melatih, mendidik dan mendo'akannya. Semuanya tanggung jawab berat yang wajib dijalani agar murid yang dihasilkan benar-benar menjadi manusia yang baik dan berkualitas.
Kalam di atas mengandung ibroh bahwa, betapa seharusnya guru itu mencurahkan segala perhatiannya, jiwa dan raganya untuk membimbing para muridnya ke jalan yang benar. Bahkan dalam petuah itu, seolah-olah al-Muallim lebih memerhatikan santrinya dibandingkan keluarga dan anak cucunya sendiri. Santri bagi al-Muallim menjadi prioritas untuk terus dibina ke jalan-jalan yang diridloi Alloh SWT. Sebaliknya, amat celaka seorang guru manakala menelantarkan muridnya, lebih-lebih membiarkan mereka menjadi manusia durhaka kepada tuhannya, tidak hormat kepada guru dan kedua orang tuanya serta dholim kepada sesamanya. Hal inilah yang akan menjadi beban pertanggung jawaban kelak di hari kiamat, sebagaimana pertanggung jawaban pemimpin kepada rakyatnya.
Di samping mendidik, al-Muallim juga tak pernah putus mendo'akan santrinya. Do'a sebagai wujud kecintaan beliau, sebagai permohonan kepada Alloh agar para santrinya dijadikan orang-orang yang berilmu, mengamalkan ilmunya, menjadi orang-orang yang baik (sholihin) dan berguna. Selain itu, dalam doanya al-Muallim memohon perlindungan kepada Alloh agar santrinya tidak dijadikan orang-orang yang jahat, buruk akhlaknya, ahli maksiat serta sia-sia hidupnya. Hal itu sangat nampak dalam barisan do'a yang selalu beliau panjatkan;
اللّهمّ اجعلنا واولادنا وتلاميذنا من اهل العلم والخير ولا تجعلنا وايّاهم من اهل الشرّ والضّير
Dari sini harus dipahami bahwa, jasa guru sangatlah besar dan pengorbanannya sarat dengan perjuangan. Bagi guru, murid adalah insan yang harus diperjuangkan agar kelak menjadi manusia yang berguna di dunia dan di akhirat. Demikian pula sebagai murid, hendaknya menghargai jasa serta pengorbanan gurunya. Bila guru dapat mencurahkan segala daya dan upayanya untuk murid, maka murid haruslah demikian kepada gurunya.
Pena: Khairun Nafi' (Chairil V)

Next News

Pir: Si Buah Rendah Profil yang Diam-Diam Jadi Pahlawan Usus Kita
16 hours ago

Si Hijau yang Sering Terasing: Kenapa Timun Adalah Kunci Biar Nggak Gampang Emosi Saat Cuaca Panas
16 hours ago

Tomat: Si Merah Penyelamat Mata Lelah dan Kulit Kusam di Tengah Gempuran Gadget
16 hours ago

Kelengkeng: Si Kecil Manis yang Bikin Saraf Gak Gampang Korslet
16 hours ago

Kurma: Si Kecil Pembangkit Tenaga yang Lebih Ampuh dari Janji Manis Mantan
16 hours ago

Leci: Si Kecil yang Jadi Penyelamat Saat Cuaca Lagi Gak Ngotak
16 hours ago

Lemon: Antara Tren Estetik Instagram dan Realita Detoks yang Sebenernya
16 hours ago

Blackberry: Senjata Rahasia Anti-Aging yang Sering Terlupakan
16 hours ago

Si Kecil Biru yang Bikin Otak Nggak Gampang Lemot: Rahasia di Balik Populeritas Blueberry
16 hours ago

Ceri: Si Mungil Penyelamat Buat Kamu yang Capek Meradang
16 hours ago





