PENTINGNYA MENJAGA UCAPAN DAN TINDAKAN
PT. Assrof Media - Monday, 19 May 2025 | 03:52 AM


Sumber foto: Pinterest
Muslim sejati pasti mengerti bahwa hati manusia itu ibarat kertas putih yang halus dan rapi. Sepanjang dijaga dengan baik, kertas itu akan terus mempertahankan kehalusan dan kerapiannya. Namun, jika diremas, baik satu kali atau berkali-kali, sengaja maupun tidak disengaja, tampilannya akan berubah lusuh dan kusut. Memang benar kertas yang sudah kusut bisa kembali dirapikan, tetapi tidak akan pernah serapi dan sehalus tampilan awalnya
Analogi itu menggambarkan hati manusia yang tersakiti. Hati yang terluka memang bisa sembuh, tetapi kondisinya tidak akan lagi utuh. Luka hati mungkin bisa memudar, tetapi bekasnya akan terus terasa. Rasa kecewa mungkin bisa diterima, namun kesan kecewa itu tak jarang meninggalkan trauma mental.
Oleh karena itu, jika kita ingin menjaga hati agar tidak tersakiti, sudah saatnya kita menyadari pentingnya menjaga perasaan. Kita harus memahami bahwa tanda seorang muslim sejati adalah pantang melukai hati saudaranya. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang muslim sejati adalah yang muslim lainnya bisa selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Abu Hurairah).
Dalam kitab Mirqatul-mafatih Syarh Misykatil Mashabih, Syekh Mulla Ali al-Qori menegaskan bahwa hadis ini memiliki makna yang begitu luas. Nabi berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga ucapan dan tindakan, agar tidak melukai hati dan perasaan orang lain. Betapa ruginya seorang hamba yang tidak berhati-hati dalam hal ini. Amal ibadah yang melimpah, salat yang khusyuk, sedekah yang ikhlas, dan puasa yang lancar bisa menjadi sia-sia dan justru membawa petaka, bahkan hingga menjerumuskan ke dalam api neraka, hanya karena ucapan dan tindakan yang melukai hati saudaranya.
Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus berhati-hati. Jangan sampai ada ucapan buruk yang menyakiti hati, karena keselamatan dan kecelakaan manusia salah satunya bergantung pada ucapannya. Hal ini selaras dengan hadis Nabi, "Keselamatan manusia itu tergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan." (HR. Bukhari).
Terakhir, marilah kita senantiasa berhati-hati dalam ucapan dan tindakan. Gunakanlah lisan dan anggota badan kita untuk kebaikan. Ingatlah, lisan dan badan yang kita miliki suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban. Maka, jangan sekali-kali menggunakannya kecuali untuk kebaikan.
Oleh: Sobir HM KPA
Next News

Pir: Si Buah Rendah Profil yang Diam-Diam Jadi Pahlawan Usus Kita
15 hours ago

Si Hijau yang Sering Terasing: Kenapa Timun Adalah Kunci Biar Nggak Gampang Emosi Saat Cuaca Panas
15 hours ago

Tomat: Si Merah Penyelamat Mata Lelah dan Kulit Kusam di Tengah Gempuran Gadget
15 hours ago

Kelengkeng: Si Kecil Manis yang Bikin Saraf Gak Gampang Korslet
15 hours ago

Kurma: Si Kecil Pembangkit Tenaga yang Lebih Ampuh dari Janji Manis Mantan
15 hours ago

Leci: Si Kecil yang Jadi Penyelamat Saat Cuaca Lagi Gak Ngotak
15 hours ago

Lemon: Antara Tren Estetik Instagram dan Realita Detoks yang Sebenernya
15 hours ago

Blackberry: Senjata Rahasia Anti-Aging yang Sering Terlupakan
15 hours ago

Si Kecil Biru yang Bikin Otak Nggak Gampang Lemot: Rahasia di Balik Populeritas Blueberry
15 hours ago

Ceri: Si Mungil Penyelamat Buat Kamu yang Capek Meradang
15 hours ago





