Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masa Pandemi
PT. Assrof Media - Tuesday, 30 November 2021 | 09:42 AM



Oleh : Drs. H. Mahfud Anwari, M.Pd.I
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu hari besar Islam yang dirayakan oleh umat Muslim. Perayaan Maulid Nabi di Indonesia biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mengadakan pengajian dengan kelompok besar dalam satu tempat atau melakukan tradisi lainnya. Perayaan ini dianggap sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat dan kecintaan kita kepada Rosullulloh SAW. Dan dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Alloh SWT.
Namun pada tahun ini, perayaan Maulid Nabi tidak bisa dilakukan seperti biasanya karena masih dalam suasana PPKM dan pandemi Covid 19. Menurut Satgas Penanganan Covid 19 menghimbau agar peringatan Maulid Nabi di masa pandemi ini hendaknya dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai isi surat edaran Menteri Agama RI tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan Rumah Ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid 19 yaitu dengan protokol kesehatan 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan demi menekan angka penyebaran Covid 19.
Meskipun perayaan Maulid dilakukan secara terbatas, namun tidak menghilangkan esensi dan tujuan dari peringatan dan perayaan Maulid Nabi itu sendiri. Perayaan Maulid Nabi di masa pandemi bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan media teknologi seperti internet secara virtual/daring. Selain itu, seorang muslim juga bisa merayakan dan memperingati Maulid Nabi SAW dengan cara memperbanyak dzikir, shalawat dan membaca buku atau kitab-kitab tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Dalam perayaan Maulid Nabi ini, umat muslim senantiasa meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad dan menerapkan ajaran-ajarannya dalam praktik kehidupan sehari-hari meskipun dalam kondisi yang serba terbatas.
Esensi peringatan dan perayaan Maulid Nabi SAW bukan hanya di masjid, musholla, majelis taklim, ataupun tempat-tempat keramaian, tetapi esensinya berada di hati kita masing-masing. Selama kita mau bersyukur kepada Alloh, membaca shalawat, dan menghayati juga meneladani sifat-sifat dan perbuatan Nabi SAW, sejatinya kita sudah ikut memperingati dan merayakan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Wallohu'alam bishshawab.
Next News

Dzul Qa'dah: Bulan 'Kejepit' yang Sering Terlupakan, Padahal Pas Banget Buat Healing Spiritual
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan Kalem yang Sering Dilupakan, Padahal Penuh "Privilege" dan Pantangan Gak Main-Main
4 days ago

Nungguin Lebaran Haji Jangan Cuma Pas Motong Kambing, Yuk Pemanasan Spiritual dari Bulan Dzul Qa'dah!
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Kalem' yang Sering Terlupakan, Padahal Penuh Makna
4 days ago

Mengenal Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Tenang' yang Ternyata Punya Kedudukan Spesial
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si "Bulan Gabut" yang Ternyata Punya Makna Mendalam
4 days ago

Menemukan Makna di Balik Sunyinya Dzul Qa'dah: Bukan Sekadar Bulan Kejepit
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si Anak Tengah yang Sering Kelupaan Padahal Punya Vibes Sultan
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Kalem' yang Ternyata Punya Privilese Jalur Langit
4 days ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Antara' yang Sering Terlupakan, Padahal Pahalanya Gede Banget!
4 days ago
