“RAMMIH DEDDIH SEPPEH SEPPEH DEDDIH RAMMIH (Ramai menjadi sepi, sepi menjadi ramai)
PT. Assrof Media - Friday, 07 October 2022 | 08:59 AM



Memiliki murid yang banyak bukanlah sebuah kebanggaan bagi seorang guru, manakala murid tersebut tidak memiliki ketaatan. Sebaliknya memiliki murid yang sedikit namun selalu taat adalah sebuah kebanggaan bagi seorang guru.
Begitulah kiranya sedikit makna yang tersirat dari Dauh Al Muallim di atas Bagi beliau, banyaknya jumlah santri tidaklah begitu penting, manakala dalam diri santri tersebut tidak memiliki ketaatan pada guru Karena ketaatan pada guru merupakan faktor utama untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Dan sebaliknya ketidak taatan seorang santri merupakan faktor penghalang baginya untuk meraih ilmu yang bermanfaat dan barokah,
Ketaatan di sini tentunya harus meliputi tiga aspek, yaitu taat bil qouli, taat bil golbi dan taat bil amali Taat bi qoul artinya seorang murid harus mengucapkan dengan lisannya terhadap apa yang telah dititahkan oleh gurunya. Taat bil qolbi artinya setelah murid mengatakan dengan lisannya.
langkah selanjutnya dia harus memantapkan hati untuk menjalankan perintah. Adapun taat bil amali ialah aksi kongkrit dari apa yang telah diucapkan oleh lisan dan yang telah diteguhkan oleh hati murid.
Baca Juga:
https://assirojiyyah.online/article/sikap-murid-kepada-guru/
Ketiga aspek di atas merupakan satu kesatuan yang saling mengikat. Taat dengan lisan saja tidaklah cukup tanpa didukung keduanya, taat bil qouli dan taat bil golbi tidak cukup tanpa amal. Sehingga apabila ingin Menjadi murid Yang Baik Dan Taat. hendaknya menjalankan tiga-tiganya.
Jadi sebagai murid sudah menjadi kewajiban untuk taat terhadap kebaikan apa saja yang telah diperintahkan oleh gurunya. Entah itu berupa aturan yang berkaitan dengan kelembagaan baik tertulis atau tidak tertulis atau aturan-aturan lain non kelembagaan. Ketika murid telah menjalankan ketaatan, itu artinya dia telah mendidik dirinya menjadi hamba yang patuh dan juga secara tidak langsung telah membuat hati gurunya menjadi bahagia. Kebahagiaan ini menjadi pertanda adanya ridho guru kepada murid. Betapa bahagianya garu bilamana melihat murid-muridnya taat kepadanya.
Intinya ialah bahagiakan guru dengan cara mentaatinya. (Oleh Bahrul Ulum).
Next News

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN
a day ago

SEJUMPUT LELAH, SEGUNUNG BARAKAH
5 days ago

MIMPI DI ATAS KERTAS LUSUH
8 days ago

PENGABDIAN GURU TUGAS
10 days ago

PESANTREN: TEMPAT NIKMAT YANG TAK TERLIHAT
13 days ago

BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU
24 days ago

Penyumbang Emas Terbesar Puncak Monumen Nasional
a month ago

MEMANAGE WAKTU SEBELUM BERLALU
a month ago

PENYAKIT HATI: MUSUH TAK KASAT MATA YANG MERUSAK KEHIDUPAN
a month ago

HILYATUL JANNAH: PERHIASAN MUSLIMAH SEJATI
a month ago
