Shadow

130 WALI SANTRI PENUHI PERMINTAAN BIRO PENDIDIKAN

SANTRI
prosesi penandatanganan rapor oleh wali santri (Foto: Dalil)

assirojiyyah.online, Sebanyak 130 wali santri Kelas VI datangi PP. Assirojiyyah guna mengambil rapor putra mereka pada Senin (24/10/2022).

Acara ini diisi dengan pembukaan, sambutan dan pembagian rapor. Turut hadir di acara ini Ket. Pendidikan Ag. Abdul Majid Wahid beserta anggota pendidikan yang lain di Rumah Betang Assirojiyyah.

Tujuan diselenggarakannya acara ini dalam sambutannya, Ag. Majid menjelaskan bahwa pengambilan rapor ini dimaksudkan agar guru dan wali murid dapat saling mengenal sekaligus merupakan bentuk penghormatan pada rapor karena menurut beliau rapor adalah buku yang paling mulia setelah ijazah dibandingkan buku-buku yang lain.

Namun faktor utama acara ini muncul dari banyaknya santri Kelas VI yang tidak menyampaikan rapor pada orang tua atau wali mereka.

“Sementara neng Assirojiyyah ka’dintoh, rapot ebeghi male etanda tangan sareng reng seppo ternyata tak eghebeh, ghi bedeh se eghebeh mayoritas tak eghebeh,”(Red Madura) tutur beliau.

“Mungkin nilai rende senggha takok dek oreng seppo, padahal manabih rende kentoh eyatoraghi dek oreng seppo bik reng seppo edhuweaghi mogeh-mogeh lebi sae, manabih sae bik reng seppo edhuweaghi mogeh-mogeh tetep,”(Red Madura) jelasnya.

Baca Juga:

https://assirojiyyah.online/intensitas-ibadah-putra-amr-bin-ash/

Selain itu Ag. Majid juga mengutip statement dari Alm. KH. Sholahurrabbani bahwasanya rapor merupakan alat komunikasi antara guru, wali murid dan murid.

“Maka rencana taon se bhekal deteng kakdintoh rapor tadek seebeghi kecuali reng sepponah dek kakdintoh pas tanda tangan pas abelih dek pengurus,”(Red Madura) bebernya.

Di tengah sambutannya beliau memberikan perumpamaan bahwasanya hubungan guru, wali murid dan murid bagaikan kerjasama antara lampu, kabel dan juga mesin.

“Artenah oreng seppo, ghuruh ben oreng tuah paneka koduh akerjasama se sae,”(Red Madura)  ujar beliau.

Adapun alasan diberlakukannya agenda ini hanya untuk Kelas VI dikarenakan khawatir pihak pengurus akan merepotkan para wali santri.

“Aslinah koduh kabbhi karenah empat tahon se tapongkor mulai derih Tahdiri sampek Kelas VI ajiah ebeghi namun Pengasuh berrek ben niser dek wali santri repot,”(Red Madura) tegasnya.

Beliau berharap dengan adanya kebijakan seperi ini dapat mnenciptakan hubungan yang baik antara guru dan wali murid sehingga menghasilkan akhlak yang baik dan juga nilai yang baik pula.(Bukhori)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *