JADILAH PERINTIS DALAM KEBAIKAN
PT. Assrof Media - Tuesday, 29 July 2025 | 06:25 PM


Sumber Foto: Pinterest
Dalam segala hal kita pasti menghadapai apa yang namanya struggle (Kesulitan) di awal ketika ingin memulai pekerjaan, lebih-lebih sebuah kabaikan. Hal ini bisa saja terjadi, dan menjadi indikasi seberapa besar pahala yang akan didapat. Namun, yang perlu di garis bawahi, menjadi seorang pelopor atau perintis sebuah kebaikan akan sangat bernilai dalam pandangan Islam.
Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:
"Barangsiapa yang memulai sunnah yang baik di dalam Islam, maka dia mendapat pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikuti amal itu sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa memulai sunnah yang buruk di dalam Islam, maka dia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang meniru perbuatannya dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa Islam memberi tempat mulia bagi para pembuka jalan kebaikan. Mereka tidak menunggu orang lain, tidak takut dianggap aneh, dan tidak silau oleh pujian. Mereka berani melangkah karena yakin Allah bersama mereka.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:
"Yang dimaksud sunnah hasanah adalah jalan atau amalan baik yang dibuka pertama kali, sesuai syariat, dan disertai niat ikhlas. Maka siapa yang menghidupkannya, ia mendapat pahala seperti orang-orang yang mengikuti setelahnya."
Ibnu 'Ajibah, sufi besar dari Maroko, berkata:
"Tidak ada langkah kecil di jalan Allah. Setiap langkah yang tulus menuju kebaikan adalah awal dari samudera keberkahan yang tak terlihat oleh mata manusia."
Menjadi perintis bukan jalan ramai. Tapi bukan berarti sepi dari makna. Justru, di jalan sunyi itulah banyak keikhlasan lahir. Maka jika ada niat baik, jangan tunggu ramai. Jika ada jalan kebaikan, jangan tunggu tren. Siapa tahu, langkah kecil kita adalah awal dari gelombang besar yang akan datang kemudian.
Sebagaimana Rasulullah sendiri yang menapaki jalan dakwah dengan peluh, darah, dan doa. Sebagaimana Nabi Nuh merintis dakwah meski ditertawakan. Dan Sebagaimana para pendiri pondok-pondok dulu membangun dari gubuk bambu.
Maka dari itu bersemangatlah para perintis di luar sana, karena pasti ada kebaikan luar biasa yang akan menunggu.
Oleh : Khotimul Alhariz
Next News

Grebeg Maulud: Ritual Rebutan Berkah yang Bikin Jantung Mau Copot tapi Tetap Nagih
17 hours ago

Mencicipi Hangatnya Paskah di Indonesia: Dari Ritual Syahdu Sampai Perburuan Telur yang Chaos
17 hours ago

Mappacci: Bukan Sekadar Pakai Kutek, Tapi Ritual 'Deep Cleaning' Jiwa ala Bugis-Makassar
17 hours ago

Ngeri-Ngeri Sedap: Mengulik Debus, Warisan Jawara Banten yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
17 hours ago

Menyesap Wangi Krisan di Tomohon International Flower Festival: Bukan Sekadar Pawai Bunga Biasa
17 hours ago

Menunggu Malam Pangerupukan: Seni, Keringat, dan Mistisme di Balik Megahnya Ogoh-Ogoh
17 hours ago

Galungan: Saat Bali Berubah Jadi Estetik, Wangi, dan Penuh Cerita
17 hours ago

Mengenal Erau: Pesta Rakyat Kalimantan Timur yang Lebih dari Sekadar Hura-hura
17 hours ago

Seren Taun: Bukan Sekadar Pesta Panen, Ini Cara Orang Sunda Berterima Kasih pada Semesta
17 hours ago

Bukan Cuma Sekadar Pesta: Menyesap Magis di Semarak Festival Danau Toba
17 hours ago





