Biografi Singkat Tokoh-tokoh Habib Berpengaruh di Indonesia
PT. Assrof Media - Monday, 18 May 2026 | 08:59 AM


Dalam kehidupan di Indonesia, kata Habib sudah tidak asing lagi di masyarakat. Sebutan Habib merupakan sebuah gelar yang diberikan para pecintanya sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para keturunan Rasululloh Di beberapa negara, sebutan untuk dzurriyah Rasululloh SAW ini berbeda-beda. Di Maroko dan sekitarnya, mereka dikenal dengan sebutan Syarif; di daerah Hijaz (Semenanjung Arabia), mereka lebih dikenal dengan sebutan Sayyid; sedangkan di Nusantara ini, umumnya mereka dikenal dengan sebutan Habib. Beberapa Habib Berpengaruh di Indonesia
1. Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul, Jember)
Namanya harum, jejak karamahnya tercium ke seantero negeri. Kasih sayang dan kedermawanannya luas ibarat lautan tak bertepi. Apa yang telah diberikannya tak setitik pun mengharapkan imbalan, semuanya ditujukan hanya untuk Alloh SWT. Beliau lahir di Karbah Bakarman, Wadi 'Amd, sebuah desa di Hadhramaut pada tahun 1313 H. Beliau wafat hari Ahad, 9 Syawwal 1396 H, yang bertepatan dengan tahun 1976 M, dalam usia 83 tahun. Jasadnya dimakamkan di samping Masjid Riyadhusshalihin, Tanggul, Jember.
2. Al-Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf (Gresik)
Beliau adalah seorang Imam Qutub Tunggal dan merupakan kiblat para Auliya pada zamannya, sebagai perantara tali-temali para pembesar Auliya yang telah disucikan jiwa dan raganya oleh Alloh SWT. Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di Basuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Setelah ayahnya meninggal, ia diminta untuk dikirimkan ke Hadhramaut oleh neneknya, Hubabah Fatimah binti Abdullah. Pada Malam Senin, 17 Dzulhijjah 1376 H, beliau wafat dalam usia 91 tahun. Jasadnya dimakamkan di samping Masjid Agung Jami' Kota Gresik, Jawa Timur.
3. Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Palu, Sulawesi Tengah)
Guru Tua, begitu ia disapa. Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri adalah ulama Hadhramaut yang hijrah ke Indonesia untuk menjaga benteng pertahanan akidah Islam di Sulawesi dari rongrongan ancaman misionaris Kristen. Beliau adalah pendiri Yayasan Al-Khairaat yang kini telah memiliki cabang lebih dari 1800 madrasah dan yayasan. Beliau lahir di Tarim, yang berjarak 4 km dari Kota Seiwun, Hadhramaut, pada 14 Sya'ban 1309 H, yang bertepatan dengan 15 Maret 1881 M. Beliau wafat pada hari Senin, 12 Syawwal 1389 H, yang bertepatan dengan 22 Desember 1969 M. Jasadnya dimakamkan di samping Masjid Al-Khairaat.
MBS-SYIR brm(4A)
Next News

Bullying dan Dampak Psikologis Serius: Tinjauan dan Pencegahan
in 4 hours

Lima Peluang Emas: Meraih Keberhasilan Sebelum Keterbatasan Tiba
3 days ago

Dzul Qa'dah: Bulan 'Kejepit' yang Sering Terlupakan, Padahal Pas Banget Buat Healing Spiritual
a month ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan Kalem yang Sering Dilupakan, Padahal Penuh "Privilege" dan Pantangan Gak Main-Main
a month ago

Nungguin Lebaran Haji Jangan Cuma Pas Motong Kambing, Yuk Pemanasan Spiritual dari Bulan Dzul Qa'dah!
a month ago

Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Kalem' yang Sering Terlupakan, Padahal Penuh Makna
a month ago

Mengenal Dzul Qa'dah: Si Bulan 'Tenang' yang Ternyata Punya Kedudukan Spesial
a month ago

Dzul Qa'dah: Si "Bulan Gabut" yang Ternyata Punya Makna Mendalam
a month ago

Menemukan Makna di Balik Sunyinya Dzul Qa'dah: Bukan Sekadar Bulan Kejepit
a month ago

Dzul Qa'dah: Si Anak Tengah yang Sering Kelupaan Padahal Punya Vibes Sultan
a month ago
