KALAU BISA SEKARANG, KENAPA HARUS DITUNDA?
PT. Assrof Media - Saturday, 05 July 2025 | 08:24 PM


Sumber foto: Pinterest
Menunda adalah kebiasaan yang sangat merugikan. Kita mungkin sering menganggap suatu pekerjaan itu gampang dan bisa diselesaikan nanti, sehingga dengan entengnya mengulur waktu. Namun, tanpa disadari, sifat ini telah membentuk pribadi pemalas dan menjadi kebiasaan. Logikanya, jika kita dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat, maka waktu yang tersisa tentu masih banyak, dan pikiran tidak akan terbebani.
Salah satu alasan paling dekat dengan kita untuk menunda pekerjaan adalah rasa malas. Pasti semua orang pernah atau bahkan sering mengalaminya, apalagi ketika sedang terpuruk atau lelah dalam menjalani rutinitas kehidupan. Di masa-masa seperti ini, rasa malas mampu bersemayam kuat di dalam diri manusia, membuat kita hanya mengumpulkan niat terus-menerus tanpa pernah bertindak. Misalnya, kita sering berwacana pergi ke pantai, bahkan sampai merencanakannya secara detail, namun rasa menunda menjadi penghalang utama dalam melaksanakan jadwal yang telah disusun. Akhirnya, tidak ada satupun rencana yang berhasil dikerjakan.
Sejatinya, manusia adalah makhluk sosial yang memiliki sifat-sifat baik dan mampu melakukan perbuatan baik. Namun, kadang sifat baiknya dikalahkan oleh ego yang amat tinggi, hawa nafsu, keserakahan, dan keburukan lain yang bersemayam pada dirinya. Ketika kita mengalami kesulitan, tentu kita akan membutuhkan bantuan orang lain. Lantas, bagaimana orang lain akan memberikan bantuan substansial, sementara kita enggan menggunakan tenaga untuk membantu mereka? Perlu digarisbawahi bahwa membantu tidak hanya berbentuk materi (uang), tetapi juga bisa berupa pikiran, seperti memberikan motivasi, nasihat, atau hal-hal lain yang bisa kita sumbangkan kepada yang membutuhkan.
Oleh karena itu, mari gunakan waktu kita dengan sebaik mungkin, karena waktu yang sudah terlewat tidak akan bisa diputar kembali. Pepatah bijak pernah berkata, "Waktu lebih mahal daripada emas," ini menunjukkan betapa pentingnya dalam menjaga waktu. Kesempatan hari ini tidak akan terulang lagi di lain waktu ataupun tempat; semuanya mempunyai alur cerita yang berbeda.
Oleh: AR Rofi KPA
Next News

Pir: Si Buah Rendah Profil yang Diam-Diam Jadi Pahlawan Usus Kita
15 hours ago

Si Hijau yang Sering Terasing: Kenapa Timun Adalah Kunci Biar Nggak Gampang Emosi Saat Cuaca Panas
15 hours ago

Tomat: Si Merah Penyelamat Mata Lelah dan Kulit Kusam di Tengah Gempuran Gadget
15 hours ago

Kelengkeng: Si Kecil Manis yang Bikin Saraf Gak Gampang Korslet
15 hours ago

Kurma: Si Kecil Pembangkit Tenaga yang Lebih Ampuh dari Janji Manis Mantan
15 hours ago

Leci: Si Kecil yang Jadi Penyelamat Saat Cuaca Lagi Gak Ngotak
15 hours ago

Lemon: Antara Tren Estetik Instagram dan Realita Detoks yang Sebenernya
15 hours ago

Blackberry: Senjata Rahasia Anti-Aging yang Sering Terlupakan
15 hours ago

Si Kecil Biru yang Bikin Otak Nggak Gampang Lemot: Rahasia di Balik Populeritas Blueberry
15 hours ago

Ceri: Si Mungil Penyelamat Buat Kamu yang Capek Meradang
15 hours ago





