PENTINGNYA AKHLAKUL KARIMAH
PT. Assrof Media - Saturday, 31 May 2025 | 10:36 AM


Sumber foto: freepik
Akhlak merupakan salah satu sifat terpuji yang semestinya dimiliki oleh setiap muslim. Hidup tanpa akhlak yang baik akan terasa hampa. Dahulu, sebelum diutusnya Baginda Nabi Muhammad SAW pada zaman Jahiliyah, akhlak masyarakat sangat tidak beraturan. Oleh karena itulah beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana sabdanya dalam hadis, "Sesungguhnya Aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak." (HR. Al-Baihaqi dari Abu Hurairah). Ironisnya, belakangan ini kita melihat banyak perilaku umat muslim yang melenceng dari ajaran Nabi SAW. Tidak sedikit orang yang mulai meninggalkan akhlak atau etika yang seharusnya dipegang teguh. Kezaliman, pengkhianatan, penipuan, penyebaran berita bohong, serta kejelekan lainnya kini kian tak terkendali.
Faktor di balik semua itu adalah umat muslim zaman sekarang banyak yang terjangkit penyakit hati, seperti iri, dengki, sombong, dan lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan seseorang meninggalkan prinsip-prinsip yang seharusnya dipegang teguh, yaitu akhlakul karimah. Tidak peduli apakah seseorang berpredikat santri atau alumni, faktanya saat ini mereka mulai kekurangan akhlak. Padahal, para ulama telah mengatakan bahwa berakhlakul karimah adalah wajib dan paling diutamakan, serta kewajiban ini bersifat kolektif. Sekalipun seseorang berpangkat atau berintelektual tinggi, ia tetap harus menjunjung tinggi akhlakul karimah. Saking pentingnya, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9-10).
Dalam ayat-ayat ini, Allah menegaskan pesan yang begitu penting sehingga Ia perlu bersumpah. Pesan itu adalah bahwa orang yang membersihkan dirinya, yaitu mengendalikan dirinya sehingga hanya mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan berakhlakul karimah, akan beruntung. Mereka akan bahagia di dunia dan terutama di akhirat. Sedangkan orang yang mengotori dirinya, yaitu mengikuti hawa nafsunya sehingga melakukan perbuatan-perbuatan dosa, akan celaka. Mereka tidak akan bahagia di dunia dan di akhirat akan masuk neraka.
Maka dari itu, marilah kita perbaiki diri dan sadar diri sehingga kita bisa mengubah akhlak kita dengan meniru akhlak Nabi Muhammad SAW.
Oleh: Mazz_Rief KPA
Next News

Grebeg Maulud: Ritual Rebutan Berkah yang Bikin Jantung Mau Copot tapi Tetap Nagih
18 hours ago

Mencicipi Hangatnya Paskah di Indonesia: Dari Ritual Syahdu Sampai Perburuan Telur yang Chaos
18 hours ago

Mappacci: Bukan Sekadar Pakai Kutek, Tapi Ritual 'Deep Cleaning' Jiwa ala Bugis-Makassar
18 hours ago

Ngeri-Ngeri Sedap: Mengulik Debus, Warisan Jawara Banten yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
18 hours ago

Menyesap Wangi Krisan di Tomohon International Flower Festival: Bukan Sekadar Pawai Bunga Biasa
18 hours ago

Menunggu Malam Pangerupukan: Seni, Keringat, dan Mistisme di Balik Megahnya Ogoh-Ogoh
18 hours ago

Galungan: Saat Bali Berubah Jadi Estetik, Wangi, dan Penuh Cerita
18 hours ago

Mengenal Erau: Pesta Rakyat Kalimantan Timur yang Lebih dari Sekadar Hura-hura
18 hours ago

Seren Taun: Bukan Sekadar Pesta Panen, Ini Cara Orang Sunda Berterima Kasih pada Semesta
18 hours ago

Bukan Cuma Sekadar Pesta: Menyesap Magis di Semarak Festival Danau Toba
18 hours ago





