Sabtu, 27 Juni 2026
Assirojiyah.online
KPPA

BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU

PT. Assrof Media - Saturday, 27 June 2026 | 02:44 PM

Background
BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU
BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU (PT Assrof Media/ISTIMEWA)

Dalam kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat, terdapat dua kemungkinan, yaitu sukses dan gagal. Keduanya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kemampuan seseorang dalam mengatur waktu dan memanfaatkan peluang. Jika seseorang mampu mengatur waktunya dengan baik, maka kegagalan akan sulit menghampirinya. Demikian pula sebaliknya.


Sebab itu, waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga, bahkan lebih mahal daripada emas dan permata. Kesalahan dalam mengatur waktu dapat berakhir pada kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, keberhasilan dalam memanfaatkan waktu akan mengantarkan seseorang kepada kesuksesan, baik dalam kehidupan dunia yang singkat maupun kehidupan akhirat yang abadi.

Setiap detik waktu yang telah berlalu mustahil dapat diulang kembali. Setiap kesempatan yang telah lewat tidak akan pernah bisa diganti ataupun diulang. Itulah sunatulloh yang berlaku dalam kehidupan di dunia ini. Kesempatan kemarin ataupun kesempatan saat ini tidak dapat diputar ulang untuk dilalui kembali setelahnya. Sebab, waktu tidak lebih dari rangkaian detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun yang terus berjalan. Begitu pula dengan usia manusia yang terus bertambah dan mendekati masa tua, yang pada akhirnya akan diikuti oleh kematian.


Satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan waktu yang masih tersedia untuk meraih kesuksesan.

Waktu harus dipandang sebagai peluang yang wajib dimanfaatkan sebaik mungkin. Hal ini dapat kita lihat dari kisah Imam Nawawi yang meninggalkan karya-karya monumental dan terus dijadikan rujukan dalam mazhab Syafi'i hingga saat ini. Setiap harinya, beliau mempelajari dua belas cabang ilmu dan memberikan catatan maupun komentar terhadap pelajaran yang dipelajarinya. Meskipun usia beliau tergolong singkat, yakni wafat pada usia 45 tahun, karya-karyanya sangat melimpah dan tetap menjadi sumber rujukan umat Islam hingga sekarang.


Hal tersebut menunjukkan bahwa Imam Nawawi tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, baik siang maupun malam. Beliau senantiasa menyibukkan diri dengan ilmu. Bahkan ketika sedang dalam perjalanan, beliau tetap mengulang dan mengkaji pelajarannya. Kebiasaan tersebut terus beliau lakukan selama bertahun-tahun hingga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh umat Islam sepanjang zaman.


OLEH: M.ARIEFF_KPA