Penyumbang Emas Terbesar Puncak Monumen Nasional
PT. Assrof Media - Wednesday, 24 June 2026 | 06:58 AM


Teuku Nyak Markam adalah penyumbang emas terbesar untuk puncak Monumen Nasional (Monas). Ia lahir pada 12 Maret 1924. Selain itu, ia juga merupakan seorang pengusaha kaya asal Aceh pada masa pemerintahan Presiden RI, Soekarno.
Teuku Markam pada masa mudanya menempuh pendidikan wajib militer di Kutaraja (sekarang Banda Aceh) dan lulus dengan pangkat letnan satu. Ia kemudian bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut dalam pertempuran di Tembung, Sumatera Utara, bersama Jenderal Bejo, Kaharuddin Nasution, dan Bustanil Arifin.
Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai medan pertempuran. Setelah itu, ia diutus ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto hingga sang jenderal wafat. Sebelum meninggal dunia, Gatot Soebroto mengutus Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno, yang kemudian menjadi awal perjalanan Teuku Markam di dunia bisnis.
Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang benar-benar mampu menangani persoalan perekonomian Indonesia. Pada tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), ia kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Dalam perjalanannya, ia sempat berselisih dengan Teuku Hamzah, Panglima Kodam I/Iskandar Muda. Akibatnya, Teuku Markam ditahan dan baru dibebaskan pada tahun 1958. Perselisihan antara Teuku Markam dan Teuku Hamzah akhirnya berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.
Setelah keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan tersebut kemudian dipercaya oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola rampasan perang yang dijadikan sebagai dana revolusi.
Teuku Markam menggeluti dunia usaha dengan memiliki sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal yang tersebar di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, dan Surabaya. Selain itu, ia juga menjalankan bisnis impor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, serta impor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.
Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan Republik Indonesia sepenuhnya, termasuk dalam upaya pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno.
Dari bisnis yang dijalankannya itulah Teuku Markam mampu menyumbangkan 28 kilogram emas yang kemudian ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Selain itu, perannya dalam menyukseskan Konferensi Asia Afrika juga terbilang besar melalui bantuan dana yang diberikannya untuk mendukung pelaksanaan konferensi tersebut.
Next News

MEMANAGE WAKTU SEBELUM BERLALU
2 days ago

PENYAKIT HATI: MUSUH TAK KASAT MATA YANG MERUSAK KEHIDUPAN
13 days ago

HILYATUL JANNAH: PERHIASAN MUSLIMAH SEJATI
16 days ago

BERSOSIAL MEDIA DENGAN AKHLAK
18 days ago

PANCASILA: CAHAYA PERSATUAN DALAM BINGKAI KEBERAGAMAN
23 days ago

JERAT KEMEWAHAN: ANTARA KESENANGAN SEMU DAN KEHANCURAN HAKIKI
24 days ago

SABAR MENGHADAPI ISTRI GALAK: ALLAH ANGKAT LEVEL JADI WALI QUTHUB
a month ago

Hari Arafah: Hari Pengampunan dan Mustajabnya Doa
a month ago

MENELAAH KEMBALI ARTI SEBUAH SOPAN SANTUN
a month ago

MENYOAL LEGALITAS KEADILAN DI INDONESIA
a month ago
