Jumat, 7 Agustus 2026
Assirojiyah.online
KPPA

ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN

PT. Assrof Media - Thursday, 06 August 2026 | 05:17 AM

Background
	ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN
ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN (PT Assrof Media/ISTIMEWA)

ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN

Birrul Walidain adalah menaati kedua orang tua dengan melakukan semua yang mereka perintahkan selama hal tersebut tidak bermaksiat kepada Alloh. Berbakti kepada orang tua adalah suatu amalan yang paling utama dan tinggi setelah beriman kepada Alloh. Di dalam Al-Qur'an, ayat tentang perintah berbakti kepada orang tua banyak disandingkan setelah perintah untuk beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukan-Nya. Alloh berfirman di dalam Al-Qur'an, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'uh' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Isra': 23).

Dari ayat tersebut, para ulama mengatakan bahwa kalimat "uh" adalah kata paling ringan dalam bahasa Arab yang menunjukkan kejengkelan, dan tidak ada kata yang lebih ringan daripada kata tersebut. Artinya, jika ucapan "uh" saja dilarang, maka apalagi membentak, mengabaikan, dan membohongi orang tua. Hal tersebut jauh lebih dilarang. Birrul Walidain mencakup segala bentuk penghormatan, ketaatan, kasih sayang, dan perhatian terhadap orang tua, baik secara fisik maupun emosional.

Dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua dianggap sebagai salah satu tindakan yang sangat mulia dan dianjurkan, bahkan dianggap sebagai kewajiban agama. Berbakti kepada orang tua juga mengajarkan nilai-nilai luhur, seperti sikap rendah hati dan empati. Seorang anak yang terbiasa berbakti akan lebih mudah memahami perasaan orang lain dan cenderung bersikap penuh kasih sayang. Hal ini menjadikan mereka lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sosial dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Pribadi yang penuh tanggung jawab dan kasih sayang merupakan ciri-ciri individu yang matang dan beretika sehingga dapat diterima dengan baik dalam lingkungan masyarakat.

Berbakti kepada orang tua merupakan ibadah yang menggabungkan antara hak Alloh dan hak manusia. Hal tersebut adalah sebuah amalan yang bisa membuka pintu surga, bahkan tanpa melewati medan jihad. Namun, jika hal ini dilaksanakan dengan ikhlas, Rosululloh saw. bersabda, "Orang tua adalah pintu-pintu paling baik menuju surga. Jika kamu mau, sia-siakanlah pintu itu, dan jika kamu mau, jagalah pintu itu." (HR. Tirmidzi).

Rosululloh juga menegaskan bahwa berbakti kepada orang tua bukan hanya berpahala besar di akhirat, tetapi juga membawa keberkahan nyata di dunia. Beliau bersabda, "Tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbakti (kepada orang tua), dan tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa." (HR. Ibnu Majah).

Dari hadis di atas, para ulama menjelaskan bahwa penambahan umur yang dimaksud bisa bermakna secara hakiki, yakni Alloh benar-benar menambah umur seseorang, atau secara maknawi Alloh memberkahi kehidupan mereka sehingga mereka mampu melakukan banyak kebaikan, juga kemanfaatan bagi orang lain dalam waktu yang telah Alloh berikan.

Setelah mengetahui pengertian tentang berbakti kepada orang tua dan mengetahui hukum berbakti kepada orang tua, ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara berbakti kepada orang tua agar kita tidak salah berbuat dan memahaminya sehingga orang tua senang. Cara berbakti yang baik di antaranya sebagai berikut.

Menghormati dan Menjaga Perasaan Orang Tua

Sikap hormat dan menjaga perasaan orang tua adalah salah satu bentuk bakti yang paling sederhana, namun sangat bermakna. Hal ini bisa dilakukan dengan berbicara kepada mereka dengan lembut, mendengarkan nasihat mereka, dan tidak membantah perintah mereka dengan nada suara yang tinggi dan kasar. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, "Berbaktilah kepada orang tuamu, niscaya kamu akan dibaktikan oleh anak-anakmu."

Bagi seorang anak, pasti akan merasakan menjadi orang tua, yang mana amalan ini juga akan kembali kepada dirinya sendiri, yaitu jika ia berbakti kepada orang tuanya, maka anaknya juga akan berbakti kepadanya.

Merawat dan Memenuhi Kebutuhan Orang Tua

Salah satu bentuk bakti kita terhadap orang tua ialah merawat mereka. Seiring bertambahnya usia, orang tua mungkin membutuhkan perhatian. Merawat mereka ketika sakit, memenuhi kebutuhan finansial, serta memastikan mereka hidup dengan nyaman adalah bagian amal yang paling mulia dalam berbakti.

Ketika orang tua berada di usia senja, umumnya mereka memerlukan perhatian lebih karena kondisi mereka sudah tidak sesehat pada masa muda. Untuk itu, sudah sewajarnya jika kita sebagai anak merawat mereka sebagai bentuk balas jasa kepada mereka. Namun, merawat saja tidaklah cukup untuk membalas jasa dan pengorbanan mereka ketika mengasuh kita sejak bayi hingga dewasa.

Tak sedikit anak yang justru mengeluh karena harus merawat mereka. Padahal, pahala merawat orang tua tak dapat tergantikan dengan apa pun. Sebab, merawat orang tua yang sedang sakit atau telah lanjut usia menjadi ujian keimanan kita. Nabi saw. bersabda yang artinya, "Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi dengan itu ia tidak masuk surga." (HR. Muslim).

Dari hadis tersebut dapat kita simpulkan bahwa pentingnya seorang anak berbakti kepada orang tua. Bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu, yang mengisyaratkan betapa pentingnya kedudukan orang tua dalam agama Islam.

Menaati Keduanya Selama Tidak Mendurhakai Alloh

Seorang anak harus menaati kedua orang tuanya dengan melakukan semua yang mereka perintahkan selama hal tersebut bukan merupakan pendurhakaan kepada Alloh, menjauhi segala hal yang mengecewakan keduanya, dan melakukan perbuatan yang diridai keduanya. Dari sahabat Abdullah bin Amr r.a., Rosululloh saw. bersabda, "Keridaan Alloh tergantung pada keridaan orang tua, dan kemurkaan Alloh tergantung pada kemurkaan orang tua." (HR. Tirmidzi).

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap langkah hidup seorang anak akan diberkahi jika ia membuat orang tuanya rida. Namun, sebaliknya, jika kalian durhaka kepada mereka, berarti menutup pintu rezeki dan membuka pintu neraka. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah kunci untuk memperoleh berbagai kebaikan dalam hidup, seperti berkah yang melimpah, rezeki yang lancar, dan umur yang panjang. Kebaikan ini muncul karena keberkahan dari doa dan rida orang tua yang selalu mengiringi langkah hidup anak.

Terakhir, semoga kita menjadi generasi yang saleh dan salehah yang dapat mengamalkan salah satu perintah Alloh, yaitu berbakti kepada orang tua. Amin.