LISAN TERJAGA HATI BERTAKWA
PT. Assrof Media - Monday, 10 August 2026 | 06:56 AM


LISAN TERJAGA HATI BERTAKWA
Lisan adalah salah satu anugerah besar yang Alloh SWT berikan kepada manusia. Melalui lisan manusia dapat berkomunikasi, menyampaikan informasi, dan mengekspresikan perasaan. Namun, di balik itu semua lisan juga bisa menjadi sumber kebaikan atau keburukan tergantung bagaimana cara menggunakannya. Dalam islam menjaga lisan merupakan hal yang sangat di tekankan. Oleh karna itu, islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga adab berbicara. Hal ini mencakup berkata dengan lemah lembut, tidak menyakiti orang lain, dan menghindari pembicaraan yang sia-sia.
Menjaga lisan adalah bagian dari ahklak mulia yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dalam al-qur'an dan hadist menjaga lisan sangat di tekankan, karna setiap perkataan akan di pertanggung jawabkan di hadapan Alloh SWT. Sebagimana firmannya "Tidak ada satu kata yang di ucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS. Qaf: 18)Dengan menjaga lisan seorang muslim tidak hanya menjaga hubungan baik dengan sesama, tetapi juga mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan meraih kemuliaan di dunia maupun akhirat.
Menjaga lisan di perintahkan untuk mencegah penyakit hati, menjaga hubungan baik, serta sebagai bentuk takwa yang mendatangkan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Takwa dalam islam berarti menjaga diri dari murka Alloh dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Secara harfiah takwa berasal dari kata وقى-يقي-وقاية yang berarti memelihara atau melindungi, sementara menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), takwa adalah terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa adalah suatu kata yang mencakup seluruh kebaikan, baik berupa ucapan, perbuatan, atau keyakinan dan niat
Menjaga lisan merupakan bagian dari manifestasi takwa. Orang yang bertakwa bukan hanya menjaga sholat, puasa, dan ibadah lainnya, tetapi juga menjaga ucapan agar tidak merugikan orang lain. Alloh SWT berfirman dalam al-qur'an surah al-ahzab ayat 70 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dan ucapkanlah perkataan yang benar." Firman Alloh ini menunjukkan bahwa perkataan yang benar dan baik merupakan salah satu tanda dari ketakwaan seorang muslim. Orang yang menjaga lisannya dari keburukan telah berusaha untuk mencapai derajat takwa yang lebih tinggi dan menghantarkan dirinya menjadi manusia mulia.
Takwa dan menjaga lisan dalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, ketakwaan seseorang kepada alloh SWT sangat di tentukan bagaimana ia mengendalikan ucapannya. Lisan yang terjaga merupakan bukti utama kualitas keimanan seorang muslim. Orang yang terbiasa mengendalikan lisannya akan mendapatkan ketenangan batin dan terhindar dari konflik atau permusuhan, serta menjaga nama baiknya di masyarakat dan di hadapan Allah SWT. Terkait dengan hal ini kita sebagai umat islam yang beriman hendaknya berhati-hati dalam berbicara, kata-kata yang terucap harus dipastikan membawa manfaat, menebar kebaikan, dan membawa kemaslahatan.
Perkataan yang baik tidak hanya membawa kebaikan bagi orang lain, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada allah . Selain itu Rasulullah juga mengingatkan bahwa lisan bisa menjadi penyebab utama seseorang masuk neraka "Bukankah manusia diseret ke neraka di atas wajah mereka disebabkan oleh hasil ucapan lisan mereka?" (HR. At-Tirmidzi). Hadist ini menunjukkan betapa berbahayanya lisan jika tidak dijaga dengan baik. Ucapan yang tidak terkontrol, seperti fitnah, ghibah, dan ucapan kasar, dapat menjerumuskan seseorang pada dosa besar. Menahga lisan adalah cemin dari ketakwaan seseorang. Dalam ajaran islam, takwa menjadi landasan moral yang mengaturhubungan antara alloh dan sesamasedangkan lidah adalah alat utamanya. Seseorang yang bertakwa akan selalu menyaring setiap perkataannya agar tidak menimbulkan dosa atupun merugikan orang lain.
Dalam pandangan islam lisan atau lidah adalah salah satu anugrah yang paling besar dari maha pencipta. Melalui lisan, manusia dapat berkomunikasi, menyampaikan kebenaran, menyebarkan ilmu, dan mengajak pada kebajikan. Sebaliknya banyak manusia yang terjerumus ke neraka sebab ketidak mampuannya dalam menjaga lisan. Atas dasar itulah maka islam memberikan perhatian yang besar dalam menjaga lisan agar tidak menyimpang dari jalan yang benar. Berikut beberapa keutamaan dalam menjaga lisan:
1. Penyebab di ampuninya dosa.
Dalam islam menjaga lisan merupakan ibadah yang ringan dan berpahala yang besar. Kemampuan menjaga lisan diyakini sebagai salah satu penyebab diampunimya dosa. Sebab lisan yang terjaga dapat menjaukan seseorang dari berbagai dosa yang sering kali tidak di sadari oleh kita seperti ghibah, fitnah dan lain sebagainya. Orang yang menjaga lisannya dari perkataan buruk akan selalu berada dalam ridho allahSWT. Allah mencintai orang-orang yang menjaga kehormatan dan integritasnya melalui perkataan yang baik.
2. Jaminan masuk surga.
Menjaga lisan merupakan salah satu amalan utama yang menjadi jaminan masuk surga dan keselamatan dari siksa api neraka. Rasulullah bersabda bahwa "Barang siapa yang mampu menjamin apa yang ada di dua rahangnya (lisan) dan diantara kedua kakinya(kemaluan) maka aku akan menjamin baginya surga" Hadist ini menegaskan betapa pentingnya menjaga lisan sebagai jalan menuju syurga bagi orang yang mampu menjaga lisannya
3. Bukti keimanan
Menjaga lisan dalam islam merupakan kewajiban moral dan bagian dari iman yang mencakup berkata baik atau diam, menghindari ghibah, fitnah, dan perkataan yang sia-sia.
Rasulullah menekankan bahwa kualitas keimanan seseorang tercermin dari lisannya. Kemampuan menahan lisan dari perktaan buruk merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman Rasulullah bersabda "Barang siapa yang beriman kepada allah dan hari akhir maka hendaklah ia menjaga lisannya denga perkataan baik atau diam"(HR. Bukhori Muslim).
Bahaya lisan sangatlah besar jika tidak dijaga, karena lisan dapat ,embawa kerusakan sosial dan spiritual yang mendalam. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan pedoman yang jelas tentang menjaga lisan agar tetap dalam koridor kebaikan. Dengan menjaga lisan seseorang bukan hanya menyelamatkan dirinya dari dosa, tetapi juga mendapatkan kedekatan dengan allah SWT dan manusia lainnya. Pada akhirnya menjaga lisan adalah bagia dari upaya menjadi hamba allah yang bertanggung jawab dan sadar akan dampak dari setiap ucapan. Marilah ita jadikan lisan sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan, menghindari keburukan, dan selalu berusaha berkata yang benar sesuai dengan tuntunan alquran dan hadis.
Next News

ESENSI PENTING DALAM BIRRUL WALIDAIN
4 days ago

KEUTAMAAN AL-I'TIDZAR DAN AL-AFWU DALAM KEHIDUPAN SPIRITUAL
2 days ago

HANYA PENYESALAN
13 days ago

MELETAKKAN NIAT PADA TEMPAT YANG TEPAT
15 days ago

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN
21 days ago

SEJUMPUT LELAH, SEGUNUNG BARAKAH
24 days ago

MIMPI DI ATAS KERTAS LUSUH
a month ago

PENGABDIAN GURU TUGAS
a month ago

PESANTREN: TEMPAT NIKMAT YANG TAK TERLIHAT
a month ago

BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU
a month ago
