Sabtu, 29 Agustus 2026
Assirojiyah.online
KPPA

Permasalahan Sampah: Tantangan dan Solusinya

PT. Assrof Media - Saturday, 29 August 2026 | 06:50 AM

Background
Permasalahan Sampah: Tantangan dan Solusinya
Permasalahan Sampah: Tantangan dan Solusinya (PT Assrof Media/ISTIMEWA)

Permasalahan Sampah: Tantangan dan Solusinya

Oleh : Drs. H. Mahfud Anwari, M.Pd.I

 

Tak hanya di Indonesia, di negara lain juga sedang tidak baik-baik saja dalam hal permasalahan sampah. Mulai dari minimnya penerapan gaya hidup ramah lingkungan, maraknya penggunaan produk sekali pakai, dan beberapa kegiatan kurang bijak lainnya terus membuat isu sampah meningkat.

Lantas, bagaimana dunia harus menghadapi masalah sampah yang tidak kunjung cerah?

Pertumbuhan Jumlah Sampah

Permasalahan sampah global masih belum selesai dan bisa semakin mengkhawatirkan sebab pertumbuhan jumlah sampah yang juga masih belum dapat dikendalikan.

Menurut laporan berjudul What a Waste 2.0 oleh World Bank, dunia menghasilkan 2,01 miliar ton sampah padat perkotaan setiap tahunnya. Dan setidaknya ada 33% sampah tidak dikelola dengan baik sehingga merusak lingkungan.

Masih dalam laporan yang sama, World Bank juga memproyeksikan bahwa sampah global meningkat sebesar 70% pada 2050 – menjadi 3,40 miliar ton sampah per tahun. Didorong oleh urbanisasi yang cepat, pertumbuhan populasi, dan pembangunan ekonomi. 

World Bank menyebut bahwa negara dengan pendapatan yang tinggi menghasilkan sampah yang lebih sedikit daripada negara dengan pendapatan rendah. Bergantung pada pola konsumsi serta tingkat daur ulang yang dilakukan.

Berdasarkan volumenya, komposisi sampah lebih banyak didominasi oleh sampah organik. Apabila cara pengelolaan sampah tidak kunjung optimal, maka diperkirakan akan ada 1,6 miliar ton emisi yang dapat dihasilkan dan bisa meningkat menjadi 2,38 miliar ton emisi pada tahun 2050. Dipengaruhi juga oleh sistem pengelolaan sampah open dumping yang mana hanya terjadi penumpukan sampah di TPA.

Tantangan Permasalahan Sampah

Salah satu tantangan yang dihadapi banyak negara dalam permasalahan sampah, terutama di negara-negara berpendapatan rendah adalah soal pembiayaan sistem pengelolaan sampah. Terlebih lagi untuk biaya operasional pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Di negara-negara berpendapatan tinggi, biaya operasional yang termasuk pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah umumnya membutuhkan biaya lebih dari 100 dolar per ton. Berbanding jauh dengan negara berpendapatan rendah yang hanya menyediakan 35 dolar per ton untuk biaya operasional penanganan sampah. 

Infrastruktur berupa fasilitas pengumpulan dan pengelolaan sampah, juga menjadi tantangan bagi permasalahan sampah global. Jika infrastrukturnya kurang baik, maka sampah akan tidak bisa optimal untuk ditangani. Berpotensi menyebabkan masalah sosial, ancaman kesehatan, serta kerusakan lingkungan.

Tantangan lainnya yang dihadapi dalam permasalahan sampah global adalah perubahan iklim. Proses produksi, transportasi, dan pembuangan sampah juga dapat memengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan pola cuaca dan kenaikan suhu. Misalnya perubahan pola hujan akan mempersulit proses pengangkutan sampah, terlebih lagi jika terjadi banjir maka proses pengangkutan akan lebih sulit dan kerap kali sampah tercecer di jalan. 

Waste4Change sebagai perusahaan penyedia layanan pengelolaan sampah dapat membantu mengelola sampah secara optimal dan bertanggung jawab dan mengurangi produksi sampah berakhir di TPA. Melalui layanan Reduce Waste to Landfill, sampah akan dikelola secara maksimal dan dijalankan sesuai regulasi pemerintah.

Waste4Change telah bekerja sama dengan 70 klien dan telah membantu mengelola lebih dari 7.400 ton sampah. Layanan ini direkomendasikan untuk perumahan, gedung, kantor, restoran, kawasan komersial dan perbelanjaan, hotel, serta apartemen. 

Solusi dari Permasalahan Sampah

Lantas, apa yang dapat dilakukan dalam menanggulangi isu sampah? 

  1. Edukasi Peningkatan Kesadaran akan Lingkungan

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi hal yang harus dilakukan untuk langkah mengurangi sampah, karena dengan banyak warga yang mengerti maka sampah seharusnya dapat berkurang lebih banyak lagi. Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran warga maka warga pun dapat terlibat lagi dalam pengelolaan sampah seperti membuang sampah secara terpilah. 

  1. Pengurangan Produksi Sampah oleh Masyarakat Dunia

Sampah makanan, plastik, dan jenis lainnya dapat dikurangi jumlahnya jika terdapat inisiatif sejak awal. Sebagaimana prinsip 3R hingga 5R dalam menangani sampah, Reduce atau mengurangi menjadi upaya paling awal dalam yang bisa dilakukan untuk mengurangi produksi sampah dari sumber.

Beralih ke material ramah lingkungan hingga menggiatkan kegiatan daur ulang adalah langkah yang diperlukan agar sampah tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan. Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri agar tercipta perubahan yang masif ke depannya

  1. Menggiatkan Daur Ulang Material

Daur ulang menjadi sebuah upaya untuk mengurangi penumpukan sampah dan mencemari lingkungan. Ada berbagai manfaat yang bisa dirasakan dari menerapkan kegiatan daur ulang. Salah satu di antaranya adalah dapat memaksimalkan masa pakai suatu material sehingga meminimalisir mubazir sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Kesimpulan

Seluruh negara di dunia, salah satunya Indonesia, masih terus berupaya menyediakan solusi tepat dan berkelanjutan dalam menangani masalah persampahan. Namun permasalahan ini tidak akan selesai jika tidak didukung oleh banyak pihak, seperti produsen juga masyarakat.

 

Tags