MELETAKKAN NIAT PADA TEMPAT YANG TEPAT
PT. Assrof Media - Saturday, 25 July 2026 | 05:00 PM


MELETAKKAN NIAT PADA TEMPAT YANG TEPAT
Manusia adalah makhluk Alloh yang memiliki dua potensi dalam perbuatannya. Kedua potensi tersebut ialah potensi menuju kebaikan dan potensi menuju keburukan. Keduanya sudah menjadi fitrah umum manusia sehingga setiap tindakan dan pekerjaan manusia tidak akan terlepas dari kedua hal tersebut. Akan tetapi, kedua potensi tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari peran manusia itu sendiri, karena sejatinya manusia adalah makhluk berakal yang tentunya bisa memilih dan menentukan pilihannya sendiri. Jadi, meski perbuatan mereka tidak akan melenceng dari kedua potensi tersebut, tetaplah mereka yang akan menanggungnya. Itu karena manusialah yang menentukan apa pilihan mereka, tanpa campur tangan pihak lain. Karena itu, dalam bertindak manusia harus tahu betul apa risiko yang akan mereka tanggung, apakah itu baik atau buruk, jika mereka sampai salah atau keliru dalam menentukan pilihan. Lantas, bagaimana seharusnya manusia agar mereka tidak terjerumus dalam tindakan yang keliru?
Sebelum memulai sesuatu, manusia harus meluruskan niatnya dahulu. Niat adalah hal pertama dalam sebuah pekerjaan karena apabila memulai sesuatu, pasti diawali dengan niat. Setiap perbuatan maupun tindakan tergantung niatnya. Berdasarkan hadis Nabi SAW, "Setiap pekerjaan tergantung niatnya dan setiap orang hanyalah mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan." Oleh hadis tersebut, niat menjadi kunci dalam setiap pekerjaan manusia, terutama dalam hal ibadah.
Oleh karena itu, sudah seharusnya bagi setiap insan untuk menetapkan niatnya dengan tepat agar tidak sampai menyebabkan penyesalan di kemudian hari, karena setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Rasululloh SAW pernah berkata kepada sahabat Yazid, "Kamu akan memperoleh sesuai dengan yang kamu niatkan."
Ketika seseorang sudah salah dalam menempatkan niat, maka hal tersebut akan merusak pekerjaan yang dilakukan, karena baik tidaknya suatu pekerjaan tergantung pada niatnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Sesungguhnya Alloh tidak melihat pada jasad atau rupa kalian, tetapi Alloh melihat hati dan perilaku kalian." Oleh sebab itu, walaupun seseorang melakukan sesuatu yang menurutnya baik, tetapi dengan niat yang keliru, maka sia-sialah apa yang dia lakukan.
Ada banyak perbuatan baik yang bisa saja sia-sia jika niatnya salah. Salah satunya mencari ilmu. Sering kali kita menemukan orang-orang mencari ilmu, tetapi dengan niat yang tidak benar, seperti ingin menuai popularitas semata, padahal tujuan mencari ilmu bukanlah untuk hal semacam itu. Mencari ilmu adalah hal yang mulia dengan tujuan untuk menghilangkan kebodohan dan mencari rida Alloh. Adapun beberapa orang yang akhirnya menjadi tokoh agama, hal itu semata-mata merupakan anugerah dari Alloh, bukan karena mereka ingin terkenal.
Oleh karenanya, sudah sepatutnya bagi kita sebagai manusia, terutama sebagai santri, agar selalu menempatkan niat pada tempat yang tepat, karena perbuatan dan tindakan tergantung pada apa yang diniatkan. Selain itu, kita juga harus saling mengingatkan kepada sesama saudara kita agar tidak ada lagi yang salah dalam menempatkan niat, terutama bagi yang ingin atau sedang menuntut ilmu. Alloh SWT berfirman, "Fadzakkir fa innadz dzikra lil mukminin."
BY: BIRRUL WALIDAIN KPA
Next News

PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN
6 days ago

SEJUMPUT LELAH, SEGUNUNG BARAKAH
9 days ago

MIMPI DI ATAS KERTAS LUSUH
13 days ago

PENGABDIAN GURU TUGAS
15 days ago

PESANTREN: TEMPAT NIKMAT YANG TAK TERLIHAT
17 days ago

BELAJAR MEMANAJEMEN WAKTU
a month ago

Penyumbang Emas Terbesar Puncak Monumen Nasional
a month ago

MEMANAGE WAKTU SEBELUM BERLALU
a month ago

PENYAKIT HATI: MUSUH TAK KASAT MATA YANG MERUSAK KEHIDUPAN
a month ago

HILYATUL JANNAH: PERHIASAN MUSLIMAH SEJATI
2 months ago
