TAN MALAKA: PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN
PT. Assrof Media - Saturday, 19 July 2025 | 03:37 PM


Suber foto: Pinterest
Salah satu pahlawan nasional yang terlupakan adalah Tan Malaka. Tan Malaka hilang dari ingatan rakyat Indonesia selama Orde Baru. Selama itu, nyaris kepahlawanannya tidak disinggung-singgung. Seakan-akan dia membawa kesalahan yang besar bagi negara sehingga pemerintah melupakan kepahlawanannya.
Nama lengkap Tan Malaka ialah Ibrahim Datuk Tan Malaka yang lahir pada tanggal 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang (Pondok Gadang), Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa Indonesia meraih kemerdekaan seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Sjahrir, dan lain sebagainya.
Ia juga dikenal sebagai pejuang yang militan, radikal, dan revolusioner yang telah banyak melahirkan pemikiran-pemikiran brilian hingga berperan besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih, ia mendapatkan julukan sebagai pejuang revolusioner yang legendaris. Pada tahun 1921, Tan Malaka terjun ke dalam bidang politik. Selain itu, Tan Malaka juga merencanakan suatu organisasi dalam bentuk pendidikan untuk menyusun suatu sistem yang menerangkan tentang komunisme, gerakan dan aksi komunis, jurnalistik, keahlian bicara, serta keahlian dalam memimpin rakyat.
Tan Malaka meninggal dunia pada tanggal 21 Februari 1949 di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. Kematiannya disebabkan oleh eksekusi mati yang dilakukan oleh pasukan militer bangsanya sendiri (bangsa Indonesia), dan ia dimakamkan di tempat yang sama. Meskipun ia diakui sebagai pahlawan nasional, kematiannya menjadi catatan kelam dalam sejarah bangsa Indonesia yang mencerminkan kompleksitas politik pascakemerdekaan.
Semoga kisah pahlawan nasional ini bisa menjadi teladan bagi kita semua. Meskipun tokoh ini mempunyai kesalahan, namun kita ambil hikmahnya saja dan meneruskan apa yang telah dicita-citakan, yaitu kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, kita wajib menghormati para pahlawan. Selagi kepahlawanan seseorang belum dicabut, maka penghormatan kepada para pahlawan harus tetap direalisasikan.
Oleh : Yassir Amni (KPA)
Next News

Grebeg Maulud: Ritual Rebutan Berkah yang Bikin Jantung Mau Copot tapi Tetap Nagih
17 hours ago

Mencicipi Hangatnya Paskah di Indonesia: Dari Ritual Syahdu Sampai Perburuan Telur yang Chaos
17 hours ago

Mappacci: Bukan Sekadar Pakai Kutek, Tapi Ritual 'Deep Cleaning' Jiwa ala Bugis-Makassar
17 hours ago

Ngeri-Ngeri Sedap: Mengulik Debus, Warisan Jawara Banten yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
17 hours ago

Menyesap Wangi Krisan di Tomohon International Flower Festival: Bukan Sekadar Pawai Bunga Biasa
17 hours ago

Menunggu Malam Pangerupukan: Seni, Keringat, dan Mistisme di Balik Megahnya Ogoh-Ogoh
17 hours ago

Galungan: Saat Bali Berubah Jadi Estetik, Wangi, dan Penuh Cerita
17 hours ago

Mengenal Erau: Pesta Rakyat Kalimantan Timur yang Lebih dari Sekadar Hura-hura
17 hours ago

Seren Taun: Bukan Sekadar Pesta Panen, Ini Cara Orang Sunda Berterima Kasih pada Semesta
17 hours ago

Bukan Cuma Sekadar Pesta: Menyesap Magis di Semarak Festival Danau Toba
17 hours ago





