Shadow

KPPA

Kelompok Penulis dan Pers Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk

TETAP BERTAHAN DALAM SEGALA KONDISI

TETAP BERTAHAN DALAM SEGALA KONDISI

KPPA
Eksistensi lembaga pendidikan Islam seperti madrasah yang mampu bertahan di tengah hiruk pikuk masyarakat perkotaan patut menjadi kebanggaan. Karena hal ini merupakan pekerjaan yang tak mudah. Di mana karakteristik masyarakat perkotaan lebih cenderung pada kepentingan pendidikan yang sifatnya formal. Pada edisi kali ini, kami wartakan sebuah madrasah salaf yang masih survive di tengah kota metropolitan, Surabya. Sejarah Madrasah             Madrasaah Diniyyah Raudlatul Jannah Ar-Rohmaniyyah didirikan pada akhir tahun 2004 oleh Ag. Fadoli yang merupakan alumni Pondok Pesantren Assirojiyyah angkatan 1982-2003. Sebelum dibangun madrasah, sudah berjalan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) yang dirintis oleh mertuanya, Abd. Kholik pad...
Takdir: Terhenti di Saat Hasrat Tinggi

Takdir: Terhenti di Saat Hasrat Tinggi

KPPA
Kalimantan menjadi salah satu pulau persebaran santri Assirojiyyah, baik santri aktif ataupun alumni. Secara geografis, Kalimantan merupakan pulau paling luas di Indonesia, namun populasi penduduk dan tingkat pendidikannya masih terbilang rendah. Oleh karenanya, tidak sedikit para tokoh pendidikan bermunculan, baik di tingkat kabupatan/kota, kecamatan maupun desa. Seperti Ust. Ilyasak, tokoh alumni yang hingga kini masih berperan aktif sebagai tokoh agama.   Keputusan yang Berat Ustad Ilyasak, yang akrab dipanggil Ustad Yesak, lahir pada tahun 1959 di Siantan, Mempawah, Kalimantan Barat. Merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan H. Asmar dan Hamiyah. Sebelum belajar di pesantren, Yesak menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) dan pendidikan agam...
AKSI, CARA SUKSES BERBISNIS ALA SANTRI

AKSI, CARA SUKSES BERBISNIS ALA SANTRI

KPPA
Harus diakui santri dan pesantren telah banyak memberikan kontribusi yang amat besar bagi bangsa ini. Selain tempat terbaik dalam pembinaan akhlak dan menimba ilmu agama, pesantren banyak melahirkan santri yang mandiri dalam menghadapi tantangan zaman. Mereka jauh dari orang tua dan fasilitas yang serba ada, sehingga semuanya dikerjakan sendiri di pesantren. Selain itu, santri juga dikenal sebagai pengambil resiko (risk taker). Ia meninggalkan kenyamanan yang ada di rumah dan tinggal di pesantren dengan fasilitas seadanya. Kedua prinsip di atas (mandiri dan berani mengambil resiko), merupakan modal awal seorang pebisnis. Kenyataannya, sedikit dari kalangan santri yang menekuni bidang bisnis ini dengan alasan yang beragam. Namun, beda halnya dengan salah satu tokoh yang berhasil Kor...
Belajar kepada Kaum Anshor dan Muhajirin

Belajar kepada Kaum Anshor dan Muhajirin

KPPA
Pesta demokrasi merupakan ajang bergengsi, di mana suara rakyat akan menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah negara. Dalam konteks ini, banyak perbedaan pendapat yang terjadi. Bahkan sudah menjadi tradisi menjelang pemilihan, sering kali terjadi kontroversi yang menyebabkan pertikaian dan permusuhan baik di dunia nyata maupun maya yang berdampak pada pecahnya persatuan.                 Maka menjadi penting bagi rakyat untuk merenungi nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi bangsa ini. Dalam konteks demokrasi, kebebasan bersuara menjadi hak yang diberikan kepada setiap individu. Namun, di balik ini, sebagai rakyat yang memiliki hak bebas bersuara juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas dan p...
DEBAT KUSIR

DEBAT KUSIR

KPPA
Ragam hidup manusia adalah sunnah kawniyah. Penciptaan yang tak mungkin dihindari dan tak dapat dihapus. Tertata dalam keragaman dan perbedaan ternyata distruktur sebagai kisi-kisi tujuan yg sangat tinggi,  yaitu ta'aruf, tujuan yang  sangat agung,  tujuan yang sangat sempurna.             Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Ses...
Persaudaraan Ekologis (Ukhwah Bi’iyah) antara Ekologi Manusia dan Ekologi Politik

Persaudaraan Ekologis (Ukhwah Bi’iyah) antara Ekologi Manusia dan Ekologi Politik

KPPA
Hubungan kita sebagai manusia yang sedang berada di dunia tidak bisa dilepaskan dari dua model relasi. Pertama, hubungan manusia dengan manusia (human relation) yang selama ini bisa dijumpai dalam kajian seputar hak asasi manusia. Kedua, hubungan manusia dengan alam (human non-human relation) yang bisa ditemui dalam kajian agama dan ekologi. Menurut Ibnu Khaldun (732-808 H), jiwa manusia memiliki ragam tipologi (khasais al-nafsi al-insaniyah) yang salah satunya adalah kekuasaan (al-mulk). Kekuasaan dipakai manusia guna mempermudah organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menghasilkan kekuatan untuk membela diri. Dalam merawat keberlangsungan hidup, manusia sangat bergantung kepada keberadaan unsur lain, seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, atau kepada benda-benda mati seperti a...
Tahun Politik: Pesta atau Petaka?

Tahun Politik: Pesta atau Petaka?

KPPA
Entah sejak kapan dan siapa yang memulai, gelombang caci maki seolah menjadi menu wajib di tengah gegap gempita tahun politik. Pesta demokrasi yang secara esensial merupakan wadah reflektif dan kontemplatif bagi masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin justru bergeser menjadi malapetaka demokrasi. Narasi kebencian bak sampah berkelindan di linimasa media sosial. Percakapan antar anak bangsa semakin tak sehat, alih-alih menampilkan visi dan misi para kandidiat, yang tampak hanyalah hujatan tak berdasar dan saling menegasikan antar satu dengan yang lainnya. Pertanyaannya ada apa dengan republik yang kita cintai ini?. Bukankah semangat Bhinneka Tunggal Ika telah bersemayam di hati dan pikiran masyarakat Indonesia, bahkan sudah teruji di segala zaman. Fenomena di atas memperli...
APAKAH SEMUA PERBEDAAN MEMBAWA RAHMAT?

APAKAH SEMUA PERBEDAAN MEMBAWA RAHMAT?

KPPA
Dalam Islam amaliah terbagi tiga, sebagaiamana yang disampaikan Malaikat Jibril kepada baginda Nabi Shollallohu alaihi wa sallam yang tertera di hadis kedua kitab al-Arbain an-Nawawi. Yaitu: Amaliah zahir (raga) yang berkaitan dengan ibadah fisik  Amaliah batin (hati) yang berkaitan dengan i'tikad (mempercayai),  iman (membenarkan) dan ma'rifat (mengenali) Alloh melalui sifat-sifat-Nya dan hal-hal yang tidak bisa dijangkau hanya dengan akal dan panca indra saja seperti malaikat, hari kiamat siksa kubur dan surga neraka. Amaliah batin yang berkaitan dengan hal membersihkan hati dari penyakit yang dapat merusaknya seperti iri, sombong dan lainnya. Masing-masing dari ketiga amaliah tersebut ada yang dalilnya bersifat Qath’iy (hanya mengandung satu pemahaman yang j...
Syair Harmoni Sosial

Syair Harmoni Sosial

KPPA
Al-insan abdul ihsan. Sejatinya nanusia pencinta kebaikan. Di antara wujud kebaikan sosial adalah kerukunan sebagai potret harmoni sosial yang senantiasa menjadi dambaan semua insan. Kerukunan ciptakan kebahagiaan, sebagaimana disyairkan oleh Almuallim tentang seruan hidup  dalam penggalan lirik lagu berikut, Hidup mestilah rukun # Sampai turun temurun Hai saling bantu membantu # Agar kita bahagia Mari-marilah rukun # Diliputi rasa iman Nabi Muhammad bersabda  #  Satu angota sakit Sekujur badan merasakan # Itulah jiwa mukmin ----------dan seterusnya---------- Syair ini merupakan pesan beliau melalui kalimat-kalimat bermakna untuk kita, sangat mudah dipahami, kalimat lugas. Yang menjadi pertanyaan, mampukah dijalani?. Semoga mampu, dengan izin Alloh....
DEWASA DALAM MENYIKAPI PERBEDAAN

DEWASA DALAM MENYIKAPI PERBEDAAN

KPPA
Perbedaan merupakan bagian dari seni kehidupan manusia. Perbedaan agama, sosial, pendapat bahkan pilihan menjadi pola yang akan mewarnai proses interaksi masyarakat sebagai satu bangsa yang hidup dalam naungan satu negara. Iklim politik semakin hari kian memanas, begitupun masing-masing kelompok saling bersitegang dan berpotensi terjadinya konflik sesama bangsa. Oleh karenanya, untuk menyikapi perbedaan-perbedaan yang terjadi, kami mengajak pembaca untuk menyimak hasil wawancara  dengan KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Bagaimana pandangan Islam terkait perbedaan dalam konteks demokrasi? Perbedaan pasti ada, kita tidak mungkin tidak berbeda. Yang tidak ada perbedaan itu masalah pokok, seperti salat lima waktu dan Puasa Ramadan. Adap...