Shadow

Tausiyah

Tausiyah Di Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk

MERASA DIBUTUHKAN DAN MERASA BUTUH

MERASA DIBUTUHKAN DAN MERASA BUTUH

KPPA, Tausiyah
Baginda Rosululloh bersabda:خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ"Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. " (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).Saya awali tulisan ini dengan sebuah keluhan sekaligus ungkapan marah dari seorang wanita terhadap sikap sang suami.لاَ حَاجَةَ لِيْ بِشَخْصٍ يَسْتَكْثِرُ نَفْسَهُ عَيَّ وَكَاَنِّيْ لاَ اَمْلِكُ مِنَ اْلبَشَرِيَّةِ اِلاَّ رِفْقَتَهُ"Aku tidak butuh pada seseorang yang merasa lebih secara berlebihan terhadapku. Seakan-akan aku tidak punya apapun secara kemanusiaan kecuali belas kasihnya."Merasa butuh dan merasa dibutuhkan, dua perasaan yang tidak atau kurang baik dimiliki seseorang.Merasa dibutuhkan akan mengantarkan kita menuju istana ilusi kejumawaan, angkuh, dan sok. Dan berujung somse (sombong sekali).Merasa butuh, akan ...
KAULEH TAK ONENG NANGESIN NAK POTOH, MUN NANGESIN SANTREH LI BELIYEN

KAULEH TAK ONENG NANGESIN NAK POTOH, MUN NANGESIN SANTREH LI BELIYEN

KPPA, Tausiyah
(Saya belum pernah menangisi anak cucu saya, tapi kalau menangisi santri sudah berulang kali) Guru merupakan pelita sepanjang zaman, tanpanya niscaya manusia tak ubahnya seperti binatang. Dalam terminologinya guru yaitu digugu dan ditiru. Sehingga sudah seharusnya guru menjadi figur dan teladan bagi setiap murid. Banyak tugas dan amanah yang diemban oleh seorang guru mulai dari mengajar, membimbing, melatih, mendidik dan mendo’akannya. Semuanya tanggung jawab berat yang wajib dijalani agar murid yang dihasilkan benar-benar menjadi manusia yang baik dan berkualitas. Kalam di atas mengandung ibroh bahwa, betapa seharusnya guru itu mencurahkan segala perhatiannya, jiwa dan raganya untuk membimbing para muridnya ke jalan yang benar. Bahkan dalam petuah itu, seolah-olah al-Muallim...
BANGGA JADI SANTRI

BANGGA JADI SANTRI

KPPA, Tausiyah
Santri kelas satu sedang belajar pelajaran Bahasa Arab “Mun santreh ambhu derih ponduk jhe’ sampe’ keni’ ateh”  (Kalau santri sudah berhenti dari pondok,janganlah sampai berkecil hati) Nasehat ini disampaikan Al- Muallim kepada para santrinya, disaat beliau sedang mengisi rutinitas kajian kitab kuning di Aula lantai dua sekitar tahun 1995 tepatnya pada hari Rabu pagi, Dalam hal ini beliau (Al-Muallim) menganjurkan kepada kita selaku santrinya, apabila sudah berhenti dari pondok agar tidak memiliki perasaan kecil hati dalam menghadapi tantangan di zaman sekarang yang penuh dengan bermacam persaingan baik pendidikan, ekonomi dan budaya.  Kita tidak bisa menutup mata bahwa realita pada zaman sekarang menunjukkan bahwa segalanya harus diukur dengan materi oleh karena itulah, se...
Benarkah Maulid Nabi Itu Bida’ah?

Benarkah Maulid Nabi Itu Bida’ah?

KPPA, Tausiyah
Robiul Awwal adalah bulan di mana nabi Muhammad SAW dilaharikan 14 abad yang lalu pada hari senin tanggal 12, yaitu lima puluh tiga tahun sebelum Hijrah. Bulan Kelahiran Nabi ini kemudian oleh masyarakat dikenal dengan Bulan Maulid. Sebab tidak jarang adanya penggelaran acara dan sudah menjadi tradisi umat Islam di berbagai daerah dengan cara berkumpul di suatu tempat untuk bersama-sama membaca ayat-ayat al-Qur’an, membaca sejarah ringkas kehidupan dan perjuangan Rosululloh, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada nabi serta diisi pula dengan ceramah agama dengan tujuan mengenang, memuliakan dan menampakkan kebahagiaan hati sekaligus bertasyakkur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lantas, bagaimanakah sebenarnya hukum merayakan kelahiran nabi di bulan tersebut dengan cara demiki...
Acara Maulid Nabi di Tengah Himpitan Ekonomi

Acara Maulid Nabi di Tengah Himpitan Ekonomi

KPPA, Tausiyah
Oleh: Prof. Dr. Drs. H. Muhammad Djakfar, S.H., M.Ag Tanpa terasa, dunia  telah memasuki tahun kedua berkubang dalam suasana covid-19 yang sedemikian mencekam karena telah merobek-robek sendi kehidupan manusia skala global dalam multidimensi. Kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, agama dan lain sebagainya, semuanya berjalan dalam tatanan yang tidak lagi normal sebagaimana biasanya. Ritual agama misalnya, dibatasi dengan aturan protokol kesehatan, terutama di tempat-tempat ibadah sebagai pusat ibadah umat Islam dalam meleksanakan kewajibannya.             Demikian pula dalam tatanan sosial keagamaan, kegiatan silaturahmi yang sangat dianjurkan dalam Islam mulai dibatasi pula dengan alasan menghindari penularan anta...

BELAJAR MENCINTAI

KPPA, Tausiyah
Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Setiap daerah memiliki tradisi atau budaya masing-masing (local wisdom), dan sebab inilah negera Indonesia disebut Negara Multikultural. Dari sekian banyaknya tradisi,  ada tradisi-tradisi yang mendapatkan sentuhan nilai-nilai Islam. Karena para wali songo juga ikut berperan melestarikan tradisi dan budaya  masyarakat pada saat itu. Menjelang akhir tahun 2021 ini, kita semua dihadapkan dengan datangnya Bulan Maulid, bulan yang menjadi momen istimewa bagi umat Islam sedunia termasuk Indonesia. Momen perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sudah menjadi bagian tradisi umat dan berlangsung berabad-abad lamanya. Meski dapat dipastikan, perayaan kali ini tidaklah semeriah seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. ...
Niatku Masuk Angin

Niatku Masuk Angin

Pengumuman, Tausiyah
Oleh: KH. M. Itqon Bushiri (Ketua Tanfidziyyah PCNU Sampang) Corona atau covid-19 menjadi bahasa populer yang sangat lama. Kalau di awal pandemic, istilah-istilah corona diplesetkan dengan arti yang lucu-lucu bahkan menjengkelkan masih tidak mampu menaikkan rating. Mukidi jadi peloncoan tapi tidak berlangsung lama. Tarik sis semongko habis juga, masuk Pak Eko sudah jarang kita dengar. Tapi Corona tidak pernah habis. Berharap corona cepat selesai karena malas bermasker. Berharap corona minggat karena ekonomi semakin menjepit, malah menambah daftar orang yang meninggal. Bulan Maulid adalah peringatan yang luar biasa dan spektakuler. Dari masjid-masjid, musholla-musholla, sekolah-sekolah, dan rumah-rumah penduduk semua merayakannya. Kadang terharu dan berlinang air mata, pujian ...
“Paistiqomah Ibedenah…….! Paistiqomah Bermasyarakat………! ben paistiqomah idelem Pendidikan”

“Paistiqomah Ibedenah…….! Paistiqomah Bermasyarakat………! ben paistiqomah idelem Pendidikan”

KPPA, Seputar Pondok, Tausiyah
(Istiqomahlah dalam hal ibadah, istiqomahlah dalam bermasyarakat, dan istiqomahlah dalam Pendidikan) Istiqomah merupakan sifat konsisten dalam mengerjakan sesuatu untuk menuju pada kesempurnaan diri (Insan kamil) dengan cara memenuhi tuntunan Alloh SWT secara maksimal. Istiqomah itu sendiri sangat erat kaitannya dengan aktivitas individu seperti halnya kegiatan ibadah, social masyarakat, dan aktivitas pendidikan.       Istiqomah dalam ibadah berarti keistiqomahan speitual antara seorang hamba dengan Tuhan-Nya, seperti sholat, puasa dan lain sebagainya yang kadang kala dikerjakan manusia secara suka-suka. Dalam artian saat senang orang melaksanakan ibadah, saat rasa senang berkurang, menurun pula kegiatan ibadahnya. Padahal istiqomah itu sendiri, di mana seseorang tetap konsisten...
“JEK ROK NOROK MIMPIN TAHLIL, MIMPIN TAHLIL BEGI DEK PENDUDUK SETEMPAT BEIH, KAKEH TUGASEH MOROK BEIH.”

“JEK ROK NOROK MIMPIN TAHLIL, MIMPIN TAHLIL BEGI DEK PENDUDUK SETEMPAT BEIH, KAKEH TUGASEH MOROK BEIH.”

KPPA, Tausiyah
 (Jangan ikut-ikutan memimpin tahlil, memimpin tahlil itu serahkan pada penduduk setempat saja. Tugasmu mengajar saja) Petuah al Muallim kepada salah seorang santrinya yang tengah menjalani khidmat di masyarakat. Kebetulan, saat itu sang santri mengutarakan niatnya untuk berpindah ke lokasi baru. Sebagai guru sudah harusnya mengarahkan para muridnya agar tetap berhati-hati di dalam merefleksikan ilmu yang telah diperoleh. Petuah tersebut mengandung larangan terhadap suatu perseolan yang menyangkut kepentingan mesyarakat yaitu beliau melarang muridnya untuk menjadi memimpin tahlil. Kalimat beliau tidaklah sertamerta ditangkap dengan pemahaman yang sangat sederhana. Akan tetapi harus dikaji lebih dalam agar diketahui maksud sebenarnya. Makna melarang di sini bukan bera...
“SANTREH SE SOMBONG TAK KERAH OLLE ELMU BAROKAH, GURUH SE SOMBONG TAK KERAH ABAROKAEH”

“SANTREH SE SOMBONG TAK KERAH OLLE ELMU BAROKAH, GURUH SE SOMBONG TAK KERAH ABAROKAEH”

KPPA, Tausiyah
 (Santri yang sombong tidak akan memperoleh ilmu barokah, guru yang sombong tidak dapat memberikan barokah ilmunya)     Tawadu’ adalah sayap kedua setelah ketaatan bagi penuntut ilmu agar bisa terbang menggapai ilmu yang menfaat dan barokah. Dengan ketaatan, seorang telah membuka jalan bagi dirinya agar sampainya ilmu tidak terhalang oleh suatu apapun. Sedagkan tawadu’ berperan sebagai suplemen agar ilmu yang didapat tidak kehilangan fungsinya.     Maka dari dauh al Magfurlah al Muallim adalah ilmu yang menfaat dan barokah tidak akan pernah bisa diperoleh oleh seorang yang ingkar (tidak taat) dan takabhur (tidak tawadu’), karena sifat ingkar dan takabhur bagaikan api yang dapat menghancurkan segala sesuatu dengan cepat dan mudah.     Dawuh di...