Sunday, May 26pondok pesantren assirojiyyah
Shadow

BEREBUT DOA RASUL

Spread the love
RASUL

Akan pentingnya menjadi pemimpin yang amanah, sampai Rasulullah SAW pernah suatu kali berdoa khusus untuk para pemimpin dan penguasa umat. Sebagaimana dalam hadis :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ فِيْ بَيْتِيْ هَذاَ: اَللهمّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِيْ شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ, وَ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِيْ شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Aisyah RA, beliau berkata: aku mendengar Rasulallah berkata di rumahku ini: 

“Ya Alloh, barangsiapa yang mendapat amanah untuk memimpin umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka persulitlah urusannya. Dan barangsiapa mendapat amanah untuk memimpin umatku, lalu ia menjalankan dengan penuh kasih sayang, maka kasih sayangi dia.”

Siapa sosok yang mendoakan kebaikan dan siapa sosok yang mendoakan keburukan, beliaulah Rasulallah SAW, pemimpin umat sepanjang zaman.

Keteladanan kepemimpinan tentu bukan sesuatu yang asing pada diri beliau. Sehingga tidak ragu-ragu sejumlah penahbis tokoh dunia selalu menempatkan beliau sebagai tokoh terhebat dalam sejarah peradaban manusia.

Sejatinya tentang terbentuknya watak prima kesempurnaan beliau memang sudah diskenariokan oleh Alloh, dimulai dari latar belakang kehidupan yang sangat sederhana, sebagaimana hal itu juga hampir menjadi cirikhas insan pemangku amanah besar risalah. Yaitu dimulai dengan pekerjaan sebagai ‘pengembala kambing’.

Baca Juga:

Idealisme Pemimpin

Bahkan secara jelas disabdakan sendiri oleh beliau :

قَالَ ﷺ : (مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إلَّا رَعَى اْلغَنَمَ، فَقَالَ أَصْحَابُهُ: وأَنْتَ؟ فَقَالَ: نَعَمْ, كُنْتُ أَرْعَاهَا علَى قَرَارِيْطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ). رَوَاهُ اْلبُخَارِيْ

“Tidaklah Alloh mengutus satu nabi pun kecuali ia pernah menggembala kambing.” Lalu para sahabatberkata: “Dan engkau juga?.” “Ya, aku menggembala, atas bayaran dari milik orang-orang Mekkah.”

Di hadis lain, beliau menyebut sejumlah nabi; Nabi Musa, Nabi Ibrohim, dan beliau sendiri adalah para nabi yang menggembala kambing.

Al-allamah Ibn Baththal berkata tentang hikmat besar di balik pekerjaan penggembala kambing bagi para nabi, yaitu:

  1. Sebagai satu bentuk pengajaran yangg sangat pas dalam memimpin umat. Dimana menggembala kambing sangat butuh kesabaran ekstra, dan butuh perhatian yang sangat. Di sini terdapat pengetahuan siasat dan cara-cara memimpin manusia secara utuh.
  2. Terdapat pula pengetahuan tentang perilaku-perilaku para pemimpin yang tentu tidak luput dari misi dan visi risalah terutusnya beliau.
  3. Terpelajari juga hal-hal yang menyangkut problematika hidup manusia secara luas, karena di dalam menggembala kambing terdapat tuntutan kejelian dan ketelatenan memilih tempat gembala yang baik, mencarikan tempat tumbuh rumput yg bagus, menjaga dan memperhatikan ternak kambing yang lemah, dan lain lain.
  4. Ditemukan pula fakta menarik bahwa dalam menggembala ternak kambing ada nilai nilai ketenangan dan kecenderungan hati yang tulus, sedang di dalam ternak lain terdapat kegalauan yang sangat, serta hati yang tak puas.

Maka, sepantas-pantasnya pimpinan dan penguasa adalah setiap diri yang memperoleh doa positif dari Rasulullah SAW. Dan karakter yang paling wajib dimiliki setiap pengemban amanah kepamimpinan adalah karakter amanah dan adil, jauh dari sifat khianat dan memihak. Tentu idealisme kepemimpinan tidak boleh lepas dari setiap diri kita sepanjang waktu. Wallahu ‘alam bishashawab.

(Telagabiru, Atsna Muharrom 1445)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *