Shadow

Penyuluhan Narkoba

Ponpes Assirojiyyah, Sampang – Kasat Binmas Polres Sampang, Akp, H. Hery Darsono bersama dua rekannya, Nanang dan Dodi melakukan penyuluhan bahaya narkobba di Pesantren Salaf Assirojiyyah. Di samping itu, juga dibahas seputar ISIS ( Islamic State of Iraq and Suriah ) supaya santri tidak terkontaminasi oleh kondisi Islam, kamis (26/03/205).

Menurut Akp. H. Hery Darsono, penyuluhan tersebut merupakan acuan pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba di tanah pertiwi ini yang mengancam masa depan Indonesia.

Ia mengungkapkan, tujuan diadakannya penyuluhan di pesantren salaf ini atas instruksi AKBP Widonkuro, SIK., supaya bisa bermitra dengan lembaga-lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

Sebelumnya, pihak terkait juga melakuan penyuluhan di berbagai unit pendidikan seperti; melakukan penyuluhan di Pesantren Garsempal, PP. Al-Ihsan dan Yayasan Al-Islamiyyah, Kara, Torjun.

Darsono menegaskan, dalam hal ini (narkoba), pendidikan formal harus lebih diperhatikan dan ditekan untuk menghindar dari narkoba. Sebab, muda-mudi yang berada di pendidikan formal sangat rentan.

“Sebelumnya kami juga telah melakukan sosialisasi narkoba di SMP dan SMA serta SMK se Sampang. Ketimbang Pesantren, kami lebih menekankan pada pendidikan formal, karena mereka sangat rentan dalam perbuatan yang menyalahi norma,” tukasnya.

Menurutnya, akhir-akhir ini barang haram tersebut tidak hanya berkutat di metro politan. Ke pelosok desa sekalipun sudah mulai merambah. Itu  terbukti ketika  ditemukannya jenis tanaman barang haram tersebut di Sokobanah beberapa tahun silam.

Darsono menanggapi hadirnya narkoba di tengah-tengah masyarakat disebabkan karena kuatnya jaringan pelaku bisnis barang haram tersebut. Mungkin kita sebagai warga Negara Indonesia dikejutkan  melalui jaringan internasionalnya. Sebab, Indonesia merupakan lahan strategis di kawasan  Asia Tengggara, sehingga menjadi pemasok  terbesar kegiatan haram mereka (pelaku bisnis narkoba).

“Jaringannya adalah jaringan internasional, yang mengejutkan dari jaringan itu Indonesia merupakan segitiga emasnya,” tuturnya saat dikonfirmasi di kantor pesantren sebelum melakukan penyuluhan (26/03).

                Menurut survey yang telah dilakukan, tercatat dalam satu hari saja, ada sekitar 50 ribu anak yang terjerembab dalam pengaruh barang haram tersebut.

Untuk kawasan Madura, daerah rawan narkoba didominasi Kabupaten Bangkalan kemudian Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pemekasan. Untuk Kabupaten Sampang sendiri masih terbilang tingkat bawah dalam kasus (narkoba) ini.

                Tercatat, dalam kurun waktu 3 bulan (Januari-Maret), pihak kepolisian Kabupaten Sampang berhasil menyergap 25 tersangka kasus narkoba.

                Darsono berharap, melalui sosialisasi bahaya narkoba ini bisa memperkecil arus narkoba yang semakin menggerus otak dan fisik remaja Indonesia (utamanya) dan setiap komunitas masyarakat (umumnya).

                “Kita pun juga harus  bersama-sama berusaha membantu pemerintah untuk membumihanguskan narkoba demi generasi akan dating,” harapnya. [list/Zan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chat sekarang