Shadow

RAHMATMU LUAS TAK BERTEPI

http://itqon52.blogspot.com/2021/08/blog-post_11.html

Oleh : KH. Itqan Bushiri

Di saat semua tertidur lelap. Mimpi indah menyelimuti alam.  Kebahagiaan, kesenangan, persahabatan dan kesetiaan seakan menyapa dengan lembut. Lingkaran kalenderpun turut menghiasi angka-angka. Menulis rencana untuk menyibak tabir sang surya. 
Tatkala Fajar pagi datang, kabar dari Wuhan telah menghiasi dinding media. Sekejap Wuhan menjadi terkenal. Di manakah Wuhan, ada apa dengan Wuhan. Jauh di sana mungkinkah mendekati kita. Oleh-oleh dari Wuhan merebak dari pukul 20.19 bakda isya’. Kemudian diberi nama covid 19. 
Selang 1 menit dunia menjadi gempar, semua negara bersiap dan menghadang. Tak ketinggalan Indonesia ikut ambil bagian bentengi bangsanya. Tepat pukul 20.21 Indonesia digemparkan dengan covid19 varian baru. 
Varian baru membatasi kita. Bukan kita tidak cinta, bukan kita tidak setia. Panggilan kifayah yang terbagi. Bahkan tidak memenuhi panggilan bukan tak sayang. Di rumah kita sendiri pun ada pasien. Jangan kalian catat absen kita dalam kifayah. 
Ya Alloh sungguh ujianmu hanya 2 menit dari 20.19 – 20.21. Sudah meluluh lantakan sendi Agama, ekonomi dan keamanan. Tak mau pake masker, seperti brungsok di mulut sapi. Tak mau divaksin, suntikan itu buat yang sakit. 
Jamaah Haji pakai masker menghindari debu itu biasa saja. Bahkan sebelum berangkat jamaah Umroh dan haji disuntik vaksin πš–πšŽπš—πš’πš—πšπš’πšπš’πšœ mereka pasrah saja. Vaksin dinyatakan halalan tidak toyyiban semua sepakat. Vaksin yang bernama πšœπš’πš—πš˜πšŸπšŠπšŒ kalian tidak mau. Minta vaksin πš–πš˜πšπšŽπš›πš—πšŠ. Moderna bayar Rp 500rb, kalau statusnya sama mengapa tidak mau yang gratis. 
Hanya kepada Mu ya Rabb kami berserah diri lindungi kami, selamatkan kami, keluarga kami, kerabat kami, sahabat kami dan bangsa kami. Jangan Engkau tambah 1 menit lagi. Karena buat kami itu adalah 360 hari. 

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chat sekarang