Sunday, May 26pondok pesantren assirojiyyah
Shadow

Rukun Bertetangga

Spread the love
Bertetangga

Khutbah Pertama

               الله  أ كبر                        الله  أ كبر                    الله  أ كبر

               الله  أ كبر                        الله  أ كبر                    الله  أ كبر

               الله  أ كبر                        الله  أ كبر                    الله  أ كبر

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِحُسْنِ الْجِوَارِ، وَجَعَلَ ذَلِكَ مِنْ خُلُقِ الأَبْرَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ؛خَيْرُ مَنْ وَفَّى بِالْوُعُودِ، وَحَفِظَ الْعُهُودَ،فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

      أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ  ( 1)

             Kaum muslimin rohimakumulloh, marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Alloh subhanahu wata’ala, dengan sebenar-benarnya taqwa salah satunya adalah bersykur serta menikmati sisa-sisa bulan romadhon. Apakah Kita telah mengukir prestasi yang menjadi amal sholeh atau menancapkan duri di hati saudara-saudara kita. Baik itu di sadari ataupun tidak semua akan di ukur dari kemauan kita untuk menyambut hangat sapaan lembut atau lenturnya berjabat tangan serta celah sejuk tersungging senyum.  Lalu terjadilah seperti gayung bersambut. Kemesraan antara saudara, teman dan tetangga dibangun dengan kemulyaan dan ahlakul karimah. Ahlakul karimah yang baik adalah Menjaga hak orang lain, menepati janji, melindungi kehormatan orang lain, kejujuran dalam bermu’asyaroh. Rosululloh saw. Bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

“Barang siapa beriman pada Allah dan hari akhir maka hormatilah tamunya” (Muttafaq Alaih)

          Islam menjadikan hubungan bertetangga sebagai ukuran, standar dan dasar untuk mengetahui kebaikan tetangga atau keburukannya.  Begitu juga sebaliknya sejauh mana kita membentuk hubungan baik dengan tetangga.

Seseorang bertanya kepada nabi saw.

كَيْفَ لِي أَنْ أَعْلَمَ إِذَا أَحْسَنْتُ وَإِذَا أَسَأْتُ؟ فَقَالَ  : إِذَا سَمِعْتَ جِيرَانَكَ يَقُولُونَ: قَدْ أَحْسَنْتَ فَقَدْ أَحْسَنْتَ، وَإِذَا سَمِعْتَهُمْ يَقُولُونَ: قَدْ أَسَأْتَ فَقَدْ أَسَأْتَ

 “Wahai rasululullah bagaimana cara mengetahui saya ini orang baik atau orang buruk ?” rasulullah menjawab, “ apabila tetanggamu membicarakanmu bahwa kamu ini orang baik maka berarti kamu orang baik sebaliknya bila mereka menyebutmu orang buruk maka berarti kamu orang buruk” (Ibnu Majah 4223 dan Ahmad 3885).

Baca Juga :

Assirojiyyah Special Event (ASE) Kedua Tampil Memukau

          Namun semua itu relative terkadang tetangga yang iri hati tidak pernah menyanjung kebaikan kita atau sebaliknya kita sendiri tidak rela dengan kebahagiaan orang lain. Begitu banyak rasa cemburu tertumpahkan, baik waktu, tenaga dan pikiran. Sementara kebaikan akan hilang begitu saja sekalipun indah seluas samudera. Memberikan perlindungan dan rasa aman kepada tetangga adalah cermin sifat mulia sekalipun berbeda suku bangsa serta agama. Indonesia adalah Negara kesatuan yang mengutamakan kedamaian. Dari sabang sampai merauke adalah nusantara Indonesia. Belajar dari kecerdasan ulama, para arif billah, dan guru bangsa negeri ini mengawal kemerdekaan Indonesia sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Kita bukan Negara islam tetapi islam kita mampu memberikan kenyamanan dan kesejukan bagi siapa saja yang tinggal di bumi nusantara ini. Inilah konsep bernegara yang tertuang dalam piagam madinah di zaman kanjeng nabi Muhammad sollallohu alaihi wasallam. Kehidupan berdampingan dengan kaum yahudi dan nasrani tanpa menyinggung dan menyakiti. Walaupun pada ahirnya nasrani dan yahudi meninggalkan madinah karena tidak memiliki teman untuk bermaksiat.

Kaum muslimin rohimakumulloh.

          Begitu kuat kanjeng nabi menekankan kepada kita untuk memberikan rasa aman kepada tetangga. Aman tempat tinggalnya dari resiko kehilangan, aman menjaga lidahnya dalam bergaul, aman menjaga kesehatan tetangganya dengan menjaga kebersihan lingkungan, aman memberikan ruang tetangga beristirahat. Serta aman tetangganya beribadah baik di tempat ibadah ataupun di dalam perjalanan menuju tempat ibadah. Dalam hadits rosululloh bersabda :

 وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ». قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ :« الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Demi Allah, tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman”. Ditanyakan : siapakah itu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda : orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya” (Bukhari 6016).

          Rosululloh mengulang-ulang 3 kali  bahwa orang yang menyakiti tetangga adalah orang yang tidak beriman. Jangan mengandalakan ibadah malam dan puasa di siang hari kalau masih rajin menyakiti tetangga. Jangan mengandalkan ramah menerima tamu kalau tidak mampu memberi rasa aman kepada tetangga. Tamu adalah saudara yang datang sesaat tetapi tetangga adalah saudara yang selalu ada di sini di sana dan di setiap waktu.

Sekecil apapun kasih sayang kita terhadap tetangga tidak akan pernah sirna, bahkan akan menjadi senandung indah selamanya. Sesuai dengan firman Allah subhanahu wata’ala :

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ

Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. (Ar Ra’d  17).

          Bagaimana kebaikan yang pernah rosululloh ajarkan kepada para sahabat. Para sahabat mengenangnya, mengingatnya serta menghafal setiap kata dan makna. Kemudian para sahabat menceritakan kebaikan nabi kepada para tabi’in. para tabi’in menyimak dengan tunduk dan rindu ingin bertemu kanjeng nabi. Para tabi’in menceritakannya kepada murid-murid mereka tanpa merubah, menambahkan ataupun mengurangi apa yang diajarkan sahabat kepada mereka. Begitu juga murid-murid tabi’in yang disebut tabi’it tabi’in meneruskan kebaikan rosululloh kepada murid-murid mereka seperti air mengalir suci dari atas sampai hilir. Begitulah perjalanan ilmu kebaikan ajaran rosululloh yang kita terima dari guru agama kita.

          Semoga sisa-sisa puasa romadhon dapat mengantarkan kita kepada kehidupan bertetangga yang lebih baik, semoga ego kita selama ini yang bercokol seperti bayangan kita sendiri segera sirna. Amin ya robbal alamin.

إن أحسن الكلام كلام الله الملك المنان وبقوله يهتدى المهتدون

أعوذ بالله من الشيطان الرجيـم

بسم الله الرحمن الرحيم

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ الله مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم ونفعنا بما فـيه من االأيات والذ كر الحكيم وتقبل الله  منا ومنكم تلا وته إنه هو االسميع العليم

الخطبة الثانية

الله  أ كبر   الله  أ كبر   الله  أ كبر    الله  أ كبر    الله  أ كبر    الله  أ كبر   الله  أكبر 

الله  أ كبر   كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله إلا الله ولانعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده  و أعزجنده وهزم أحزاب وحده لا إله إلا الله و الله  أ كــبر   الله  أ كــبر   ولله الحمد

أشهد أن لا إله إلا الله وحـده لا شريك له الرحيم الخلاق وأشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله المبعوث متمما بمكارم الأخلاق

          اللهم  صل وسلم على سيد نا محمد أفضل الخلق على الإطلاق وعلى أله وأصحابه أما بعد فيا عبادالله اتقواالله واعلموا أن يومكم هذا أكبر الأيام والشعائروأكثرها مناسك ومشاعرواعلموا عباد الله: إن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه وثنى بملائكته تعظيماً لما أمره، وتشريفاً لمن أمر بالصلاة عليه فقال قولاً كريما ً  إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتُهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَاأيُّهَاَ الَّذِيْنَ اَمَنُوا صَلوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللهم  صل وسلم على سيد نا محمد النبي الأمي الأواه وعلى أله وصحبه ومن ولآه وارض اللهم عن أصحابه أجمعين  أبى بكر وعمر وعثـمان وعـلى وعن الستت العشرة الكرام وعن التابعين والتابعى والتابعين ومن تبعهم بإحسـان إلى يوم الدين. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْن و أهلك َالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ  وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . اَللَّهُمَّ أَمِنَّا فىِ دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِنَا   وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتُنَا فِيْمَنْ خاَفَكَ وَاتَّقَاكَ,  اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَالْمُؤْمِنِين وَالْمُؤْمِنَات اَلأَحْيَاء مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاء وَالرِبَا وَالزِنَا والزَّلاَزِلَ وَالمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خاَصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً يَارَبَّ العَالَمِيْنَ , رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله…… إِنَّ الله يأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَان وَإِيْتَاء ذِى القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالمُنْكَرِ وَالْبَغْى يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, فاَذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *