Shadow

SEBELUM PATAH HARUS TUMBUH

Spread the love
PATAH

Di era sekarang ini, tidak butuh kata “mungkin” dalam melestarikan lingkungan. Penghijauan merupakan sebuah keniscayaan yang harus terus digalakkan oleh semua orang. Namun realita yang terjadi masih banyak kalangan terutama para pemuda yang mager (malas gerak) dan  berleha-leha jika sudah dipercakapkan pelestarian lingkungan di telinga mereka.

            Para pemuda umumnya hanya mudah merasakan manfaat dari ekosistem yang sudah ada, tanpa mau berperan menghasilkan manfaat itu sendiri. Oleh karenanya, penting untuk memperhatikan kembali apa itu penghijauan (greenhouse) sehingga timbul perubahan mindset dan semangat untuk merawat lingkungan.

Pertama, penghijauan merupakan awal dari adanya makanan pokok. Sederhananya dapat kita ambil contoh penghijauan yang dilakukan petani dalam menanam padi, sayuran, buah-buahan dan yang lainnya. Jadi sudah layak kiranya, jika para petani dijadikan cerminan sekaligus pengamalan yang baik dalam melestarikan lingkungan.

 Dari Jabir bin Abdillah berkata, Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa memiliki sebidang tanah, maka hendaklah ia menanaminya, jika tidak sanggup menanaminya, maka hendaklah ia berikan kepada saudaranya untuk menanaminya.” (HR. Muslim)

Kemudian dalam hadis yang lain,  Rosululloh SAW bersabda: “Sekiranya kiamat  datang, sedang di tanganmu ada anak pohon kurma, maka jika dapat membatalkan terjadinya kiamat itu hingga sampai menanamn, maka tanamlah.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut memberi petunjuk, bahwa sekiranya akan terjadi kiamat, dan masih sempat menanam tanaman, maka Nabi menyuruh agar tanaman tersebut segera ditanam. Ini menunjukkan betapa pentingnya menanam pohon atau tumbuhan.

Kedua, menebar sedekah. Dari sahabat Anas RA berkata, Rosululloh SAW bersabda: “Bila ada  seorang muslim menanam tanaman atau menanam benih tanaman, lalu dimakan oleh burung atau manusia atau  binatang ternak, maka baginya adalah pahala sedekah.” (HR. Nasa’i)

Dari sini nampak bahwa sedekah tidak selalu berwujud uang. Cukup menanam pohon sudah banyak manfaat yang didapatkan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan, ikut andil dalam menghijaukan lingkungan, mendapat pahala sedekah dari hasil buahnya.

Baca juga:

MASJID PARA HABAIB

            Ketiga, menciptakan keindahan (estetika). Sebagaimna firman Alloh: ”Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya.” (QS. An-Naml 6).  ”Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj 5)

Hal itu bisa dibandingkan dengan kondisi bumi yang tandus tanpa ditanami pepohonan. Semua orang tentu akan merasa nyaman dengan pemandangan yang hijau nan asri. Selain berdampak pada kesehatan mata juga mampu menghasilkan udara segar untuk Kesehatan jasmani.    

Keempat, terhindar dari bencana. Banjir dan longsor merupakan efek dari penebangan pohon secara liar. Akibatnya berkurang akar untuk meresap air, mati akar untuk menahan gelombang tanah. Dengan banyak menanam pohon, hal ini dapat merawat kembali ekosistem yang sedang mengalami kerusakan sehingga insha Alloh dapat terhindar dari bencana.

Untuk menghindari kebinasaan dan murka Alloh, tentunya kita sebagai manusia harus menjaga dan merawat bumi ini. “Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Hud 117)

Dan cara terbaik menjaganya adalah dengan gemar menanam dan menghindari penebangan bila tidak perlu. Sebelum patah harus ada yang tumbuh, sediakan pengganti sebelum hilang dan mekarlah bunga-bunga baru sebelum layu.

Niatkan menanam untuk ibadah yang dapat mendatangkan manfaat dan pahala. Dan hindari perusakan alam mulai dari hal terkecil sepertihalnya membuang sampah sembarangan. Sebab bila lingkungan rusak, maka akan berdampak pada semua aspek kehidupan lainnya seperti berkurangnya ketersediaan pangan yang merupakan kebutuhan sehari-hari manusia, kesehatan terganggu sebab kurangnya oksigen, teraganggunya proses pendidikan akibat bencana dan lain sebagainya.

Mari jaga jagat ini dengan merawat lingkungan. Merawat lingkungan dengan gemar bertanam. Alam sehat generasi kuat. (Oleh: M. Andi)

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *