Shadow

Biro Litbang Adakan Ngaji Kebangsaan Pada Malam HUT RI ke 77

Spread the love
Kebangsaan
Sambutan oleh Gus Moh. Masrulloh, lc. MA

assirojiyyah.online, Dari sekian banyaknya acara dalam memeriahkan malam HUT RI 77, Pondok Pesantren Assirojiyyah. Dalam hal ini, melalui Biro Litbang adakan acara Ngaji Kebangsaan di Halaman pesantren pada Selasa malam Rabu (16/08/2022).

Acara yang di live secara straeming selama dua jam lebih, dihadiri oleh pengasuh PP. Assirojiyyah (KH. Atho’ulloh Bushiri), segenap majlis keluarga, pengurus NU dan Gus Moh. Masrulloh, lc. MA Pmpinan Pondok Pesantren Darunnajeh yang mengisi Pidato kebangsaan.

Sunanan acara tersebut meliputi Pertama, Pembukaan Kedua, Pembacaan sholawat Nariyah Bersama Ketiga, Menyayikan lagu Indonesia Raya Keempat Sambutan oleh KH. Moh Itqon Bushiri Keima, Tampilan Vidio Puisi Kebangsaan Karya KH. D. Zawawi Imron Keenam, Ngaji Kebangsaan Ketujuh, Tanya jawab dan dilanjutkan acara terakhir Penutup do’a.

Gus Moh. Masrulloh, lc. MA dalam sambutannya beliau memberi penjelasan panjang lebar mengenai sejarah kebangsaan dan kemerdekaan.

“Saya akan memulai Sejarah dari nama Indonesia,”tutur beliau.

Menurutnya, nama Indonesia bukan lahir dari pemberian Belanda, Jepang, Inggris dan lain sebagainya melainkan nama yang lahir dari Ikhtiyar Batiniyah para Ulama.

“Jadi kalau hari ini nama Indonesia hasil Ikhtiyar para Ulama, berarti kita itu punya hutang,” imbuhnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa yang paling persis dalam menggambar burung garuda saat ini adalah Habib Syarif Sultan Hamid II dari Pontianak.

BACA JUGA : https://assirojiyyah.online/pembekalan-calon-gt-guru-tugas-guru-tugas/

Menyampaikan bahwa Lambang Garuda yang saat ini samahalnya persis yang telah digambar oleh Habib Syarif Sultan Hamid II dari Pontianak.

“Jadi kehidupan Indonesia ini tidak lepas dari tradisi sekaligus cerita santri dan kiai,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama KH. Itqon Bushiri dalam sambutannya berterima kasih terkhusus kepada Gus moh. Masrulloh, Lc. MA yang berkenan hadir pada acara tersebut.

Acara yang ditutup dengan do’a oleh pengasuh diikuti oleh semua para santri baik putra maupun putri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *