Shadow

Berbagai Cara Dilakukan, Demi Mengembangkan Skill Santri Membaca Alquran

Spread the love
Skill Alquran
Pembagian kertas formulir pada mudarris (foto: Zen)

assirojiyyah.online – pada Senin malam (12-12-2022), salah satu pembina Alquran Biro Pendidikan Pondok Pesantren Assirojiyyah membagikan kertas formulir bagi setiap mudarris (pengajar) untuk terlaksananya program baru tashih atau penilaian mudarris pada mudarros (murid) dalam upaya mengembangkan skill santri dalam membaca Alquran.

Program yang sudah berjalan sekian waktu ini membuat peningkatan yang sangat pesat terhadap bacaan Quran setiap santri.

Selain tashih, diberlakukannya absensi bagi mudarros dan mudarrispun juga ampuh dalam meminimalisir pelanggaran santri.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Ag. Abd. Aziz Muhammadun selaku anggota senior di Biro Pendidikan sekaligus salah satu pengajar Alquran di PP. Assirojiyyah, “adanya program baru atau perubahan dari sebelumnya yang berupa absensi dan tashih ini menurut saya menghasilkan perkembangan yang luar biasa, karena sebelumnya tidak ada, sehingga kenakalan dan prestasi santri dalam membaca Alquran dapat terkontrol dan diketahui dengan mudah oleh para mudarris,” ungkapnya di kantor Biro Pendidikan saat diwawancara.

Adapun awal mula diberlakukannya program ini berawal dari inisiatif Ag. Aziz yang dimusyawarohkan bersama Ag. Abd. Hayat, kemudian direalisasikan oleh beliau dengan bantuan siswa Kelas VI dan Kelas Nidhomiyah.

Sedangkan cara penerapan tashih ini tidak jauh berbeda dengan tashih risalah, hanya saja penilaian ini dilakukan mudarris saat mengajar mudarros di setiap kelompok ba’da Maghrib.

“Penilaian ini dilakukan dengan cara mudarris menilai mudarros, hampir sama dengan tashih, kalau baik bacaannya dinilai dengan nilai B, kalau sangat baik dengan nilai A, jika kurang baik maka diberi nilai C, sedangkan bagi Kelas Tiga yang belum lancar dalam membaca Alquran diberi nilai D,” terangnya.

“Kelas Satu dan Dua yang diterapkan itu kan masih Tajwid dasar, sedangkan kelas Tiga dan seterusnya masih tidak lepas dari Tajwid dasar, tapi lebih ke bacaan musykilat (janggal) atau gharib (bacaan asing) dan fawatihussuwar (awalan surat),” imbuhnya.

Baca Juga

SKK Migas – KKKS : Tanam Berbagai Macam Pohon Produktif di Lahan PP. 
Assirojiyyah

Namun untuk memonitoring program tersebut pihaknya juga melakukan pengevaluasian sekali dalam seminggu, dan bagi santri yang absen dalam tadarrus Quran tanpa adanya keterangan akan mendapatkan sanksi yang sama dengan sanksi santri yang absen dalam kelas dan musyawaroh

Ag. Aziz berharap mudah-mudahan santri Assirojiyyah bisa mengembangkan bacaan Alquran dengan baik dan lebih semangat lagi tanpa harus adanya pengawasan dari pihak pengurus. (Bukhori)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *